Mirna Dipastikan Tewas Diracun

Minggu, 17 Januari 2016
Jakarta, Sumselupdate.com – Aparat kepolisian memastikan Wayan Mirna Salihin (27) dipastikan tewas diracun. Kepastian ini muncul setelah Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri menemukan adanya kandungan sianida dalam kopi yang diminum korban.
Jumlah konsentrasi sianida di kopi itu sebanyak 15 gram per liter dan termasuk dosis tinggi.
Kapuslabfor Polri Brigjen (Pol) Alexander Mandalika mengatakan, 90 miligram  per liter saja sudah bisa mematikan, apalagi ini sebanyak 15 gram per liter.
Kematian yang disebabkan racun ini bisa sangat cepat yakni hanya hitungan menit. Sehingga sesaat setelah Mirna meminum kopi seruputan pertamanya, dia langsung kejang-kejang dan mulutnya berbusa, hingga akhirnya meninggal.
“Bayangkan saja, 90 mg saja sudah mematikan itu,” kata Alexander.
Kedahsyatan racun sianida ini juga sempat dirasakan oleh pegawai kafe tempat Mirna minum kopi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan, usai Mirna kejang-kejang dan dibawa ke Rumah Sakit, kopi diminum Mirna lalu dibawa ke dapur oleh pegawai kafe yang menjadi saksi mata.
Pegawai itu lalu menuangkan setetes kopi bekas Mirna menggunakan sedotan ke telapak tangannya. Usai mencicipi satu tetes kopi, pegawai tersebut langsung mual dan muntah selama 30 menit.
Sedangkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Muhammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta seperti dilansir detikcom, Minggu (17/1), memastikan, ada unsur kesengajaan dari pelaku yang memasukkan racun sianida sebanyak 15 gram ke dalam kopi yang diminum Mirna.
Namun, mantan Kapolres Jakarta Utara itu belum mau menyebutkan siapa calon tersangka yang tengah dibidik.
Dalam situs resmi  Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), bahaya racun sianida jika dikonsumsi dalam jumlah besar dapat mengakibatkan kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, seringkali disertai kejang dan kematian.
Umumnya dampak tersebut akan langsung terasa dalam waktu 1–15 menit. Konsentrasi yang lebih rendah dapat mengakibatkan korosi pada selaput lendir lambung, bau amandel yang tidak enak pada nafas, rasa terbakar, rasa tercekik pada tenggorokan, hingga erupsi noda bintik pada wajah.
Zat ini juga bisa menimbulkan efek pengeluaran air liur, mual dengan atau tanpa disertai muntah, kegelisahan, rasa bingung, pusing, perasaan gamang, rasa lemah, sakit kepala, denyut nadi cepat, palpitasi, kekakuan pada rahang bagian bawah, dan opisthotonos, laju dan kedalaman pernafasan umumnya meningkat pada awalnya dan kemudian menjadi lambat dan terengah-engah. Dapat terjadi pengeluaran urine di luar kemauan serta diare. (hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.