Miris, ABG di Empat Lawang Cabuli Bocah Perempuan Dua Tahun

Ilustrasi pencabulan anak

Laporan: Mutaqim Alparisi

Tebingtinggi, Sumselupdate.com – Masyarakat di Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dikejutkan dengan kabar yang tidak mengenakkan.

Read More

Kabar tak mengenakan itu adalah kasus pencabulan yang terjadi di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Mirisnya, pelaku anak baru gede (ABG) berinisial D (15) yang diduga mencabuli bayi di bawah lima tahun (balita) berjenis kelamin perempuan berusia dua tahun.

Ayah kandung korban menuturkan jika peristiwa dugaan pencabulan ini bermula pada Kamis (25/11/2021) sekitar pukul 11.30 WIB pelaku D mengajak korban dan kakak kandung bocah perempuan itu ke arah belakang rumah pelaku.

Sesampainya di lokasi yang dituju, korban kemudian dibawa pelaku ke dapur rumahnya. Di sana korban digulingkan dan mulutnya bekap.

Tak sampai di situ, celana pendek korban dilepas oleh pelaku. Untungnya, saat pelaku diduga hendak menyetubuhi bocah tak berdosa itu, kakak korban melihat kejadian tak pantas itu.

Lantaran saat itu, korban menangis dan dalam kondisi tubuhnya telanjang. Melihat adiknya hendak dicabuli, sang kakak segera mengajak adiknya pulang ke rumah.

Nah, sampai di rumah, peristiwa tersebut diceritakan ke orangtua. Mendengar hal tersebut, bak disambar petir di siang bolong, keesokan harinya orangtua korban langsung mendatangi Mapolres Empat Lawang guna melaporkan kejadian tindak asusila pencabulan yang dialami oleh anak perempuannya yang sangat masih kecil.

Kasus ini sudah diterima oleh pihak Polres Empat Lawang dengan nomor laporan LP/B-93/XI/2021/SPKT/RES EMPAT LAWANG.

Kapolres Empat Lawang AKBP Patria Yudha Rahadian SIK, MIK melalui kasat Reskrim, AKP M Tohirin membenarkan peristiwa dugaan pencabulan tersebut.

“Untuk perkara memang sudah dilaporkan orangtua u korban dan perkara masih dalam proses penyelidikan, untuk korban juga sudah dilakukan VER (visum) namun hasilnya belum keluar,” katanya.

Terpisah, Kanit PPA Polres Empat Lawang, Aipda A Fahrul Rozi menambahkan pelaku D belum ditangkap oleh tim Polres Empat Lawang dikarenakan korban dan saksi belum datang kembali ke kantor untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

“Korban baru melapor dan disuruh datang lagi namun belum datang ke kantor. Jadi belum lengkap berkasnya. Tidk bisa dinaikan tingkat sidik,” katanya.

Dikatakannya, pelaku yang masih di bawah umur dikenakan Pasal 82 UU RI thn 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman setengah dari ancaman hukuman orang dewasa.

“Ancaman pidana paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun. Kalau di bawah umur hukumannya setengah dari orang ancaman orang dewasa,” ujar Fahrul Rozi. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.