Merasa Tidak Puas, Dua Bakal Calon Kades Raja Laporkan Masalah Psikotes ke PTUN

Demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Raja Barisan Rakyat Keadilan, Jumat (24/9/2021).

PALI, Sumselupdate.com Lima bakal calon kades di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan melaporkan kasus hasil psikotes ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Pengadilan Negeri (PN) Muaraenim.

Langkah ini diambil buntut dari kekurangpuasan terhadap hasil psikotes yang dilaksanakan oleh penyelenggara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Raja, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Rumah Sakit Siti Fatimah Sumsel, sebagai syarat penjaringan calon kades.

Read More

Aka Cholik Darlin, kuasa hukum dari Salfa Rabi dan Nurdin yang merupakan bakal calon Kades Raja mengaku, kliennya merasa ada kecurangan terhadap hasil psikotes.

Karena menurut Aka Cholik setelah melakukan pertemuan yang difasilitasi Kapolres PALI pada Kamis (23/9/2021) lalu dan melakukan aksi unjuk rasa di depan DPMD juga di kantor Pemkab PALI pada Jumat (24/9) dengan mengerahkan puluhan massa dari  Aliansi Raja Barisan Rakyat Keadilan, tidak juga menghasilkan kesepakatan yang diinginkan pihak Salfa Rabi juga Nurdin.

“Permasalahan ini akan kami lanjutkan ke PTUN dan PN Muaraenim, surat gugatan resmi akan kami sampaikan pada Senin (27/9/21). Karena tuntutan kami adalah menolak tahapan penetapan calon kades desa Raja tahun 2021 karena tidak sesuai amanat UU No. 06 Tahun 2014 dan menolak hasil Psikotes bakal calon Kades yang di nilai cacat hukum. Tapi tuntutan kami tidak diindahkan,” tandas mantan anggota DPRD PALI, Minggu (26/9/21).

Sementara itu, dari keterangan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten PALI A Gani Akhmad melalui Kabid Pemdes, Rizal Pahlevi bahwa aksi unjuk rasa pada Jumat  24 September 2021 di Kantor Pemkab PALI, oleh puluhan massa yang mengatasnamakan aliansi Raja Barisan Rakyat Keadilan dari Kecamatan Tanah Abang memang pihak pendemo bersikukuh menuntut penyelenggara Pilkades ke PTUN dan PN.

“Hasil kesimpulannya dari mediasi itu adalah pihak DPMD PALI sebagai penyelenggara tetap menjalankan aturan yang ada agar penetapan calon Kades tetap terlaksana pada hari Jumat tanggal 14 Oktober 2021 dan pihak dari yang keberatan melalui Aka Cholik Darlin menyatakan akan tetap menggugat ke PTUN permasalahan atas permasalahan ini,” ujar Rizal Pahlefi. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.