Menteri Yohana: Kasus Kekerasan Anak ‎Seperti Fenomena Gunung Es

Kamis, 12 Mei 2016
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise

Makassar, Sumselupdate.com – Belakangan ini, mencuat banyak kasus yang melibatkan anak sebagai korbannya, sebut saja kasus pemekosaan Yuyun di Bengkulu dan yang baru-baru terjadi kasus pembunuhan bocah Alib yang baru berusia 6 tahun, dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri.

Terkait dengan hal tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia Yohana Yembise mengatakan, kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia saat ini bagaikan fenomena gunung es.

Bacaan Lainnya

“Kekerasan anak banyak terjadi di Indonesia tapi hanya sedikit yang dilaporkan, itulah saya katakan, dia bagaikan fenomena gunung es,” kata Yohana saat mengunjungi kediaman nenek Alib, di Kampung Bulu-Bulu Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/5/2016 sebagaimana dikutip dari Liputan6.com.

Yohana mengatakan, hampir seluruh kekerasan anak,€Ž termasuk yang ada di kota Makassar bukan baru muncul, akan tetapi sejak lama.

“Kekerasan ini sudah lama ada di tengah masyarakat tapi selalu ditutup dan tidak dilapor karena dianggap aib€Ž,” kata Yohana.

Dia mengatakan, setiap orang yang melihat dan mendengar adanya kekerasan terhadap anak diwajibkan melapor karena jika tidak, juga bisa dikenakan pidana.

Yohana menilai, penyebab utama terjadinya kekerasan yang menimpa bocah Alib dan bocah lain karena kelalaian dari para orangtua. €Ž

“Saya dan tim di kementerian akan mengkaji ulang lagi UU Perlindungan Anak€Ž ini. Kita berharap nantinya hukuman pidana bagi para pelaku kekerasan terhadap anak itu dihukum maksimal dipenjara seumur hidup. Ini kita lagi pertimbangkan dalam revisi UU nantinya,” kata Yohana. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.