Lelang Lebak Lebung Sungai Rotan, Camat: Jaga Kelestarian Biota!

Proses lelang lebak lebong di Kecamatan Sungai Rotan, Muaraenim

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Pemerintah Kecamatan Sungai Rotan menggelar lelang lebak lebung , yakni salah satu kegiatan tradisi adat istiadat pelelangan dalam mencari ikan di sungai yang hingga saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat di kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muaraenim, Sumsel.

Bacaan Lainnya

Lelang lebak lebung itu dilaksanakan di Aula Kecamatan Sungai Rotan, Jumat (27/11/2020).

Camat Sungai Rotan Abdul Haris SIP Msi ketika memberikan arahan kepada masyarakat yang mengikuti menekankan kepada masyarakat dalam mengikuti prosesi lelang lebak lebung nantinya, agar tidak menangkap ikan dengan cara yang salah seperti menggunakan racun atau putas hingga disetrum.

Hal ini, katanya, demi menjaga kelestarian kelangsungan hidup biota sungai untuk anak cucu di masa mendatang.

“Kami minta kepada para perserta yang mengikuti prosesi lelang lebak lebong ini, untuk terus melestarikan adat nelayan ikan ini, tidak merusak biota sungai lainnya. Karena kalau sudah rusak sulit untuk diperbaharui serta akan merugikan kita di kemudian hari terutama anak cucu kita kelak,” ungkapnya.

Sementara itu Danramil 404-01 Gelumbang Kapten Arh Mardin SE menyampaikan pada pelelelangan lebak lebong Kecamatan Sungai Rotan ini, pihaknya melalui Babinsa akan selalu mengontrol serta mengikuti prosesi lelang lebak lebong ini nantinya.

“Kami dari Babinsa berharap dalam prosesi pelelalang ini, dapat berjalan dengan aman dan damai sampai prosesi pencarian ikan nanti, dan juga saya meminta tetap memperhatikan prokes covid-19 untuk tetap di utamakan,” tegasnya.

Senada, Kapolsek Sungai Rotan AKP Edi Nuryanto meminta masyarakat yang mengikuti prosesi lelang lebak lebung nantinya untuk tetap menjaga prokes covid-19 serta menjaga kelestarian biota sungai dalam prosesi tersebut, sesuai dengan perdes masing-masing.

“Kami minta pada masyarakat agar menangkap ikan dengan cara yang benar. Karena kalau ketahuan, melakukan prosesi penangkapan ikan tersebut menggunakan racun dan menyetum, akan kita tindak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,”pungkasnya.

Pantauan awak media, peserta yang ikut kegiatan tersebut Sesi 1 diikuti 150 orang, Sesi 2 diikuti 150 orang. Kemudian seluruh BABINSA dan Bhabinkamtibmas kecamatan Sungai Rotan, sertabseluruh masyarakat peserta lelang kecamatan Sungai Rotan. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.