Korban FEC di Sumsel Terus Bertambah, Kini Giliran Istri Petani Karet Asal Gelumbang

Selasa, 26 September 2023
Korban Investa FEC di Sumatera Selatan yang mengadu ke Posko Pengaduan Ditreskrimsus Polda Sumsel bertambah.

Laporan, Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Korban Investa FEC di Sumatera Selatan yang mengadu ke Posko Pengaduan Ditreskrimsus Polda Sumsel kian hari terus bertambah. Kali ini korban kembali bertambah delapan orang ibu rumah tangga (IRT) asal Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muaraenim yang mengalami kerugian hingga puluhan juta, Selasa (26/09/2023).

Bacaan Lainnya

Didampingi tim kuasa hukum Peradi Pergerakan, Ricky SH CPL, saat mendampingi ke delapan IRT asal Kabupaten Muaraenim ini sebagian besar berlatar belakang seorang petani karet.

Ricky datang bersama dengan ke Posko Pengaduan bersama tiga orang IRT yang tak ingin disebut namanya merupakan perwakilan dari delapan orang yang menjadi korban investasi online Future E-Commerce.

“Saya malu sebenarnya mau mengadu kalau kami jadi korban karena takut di bully oleh yang kami lapor, kami hanya ingin uang kami kembali,” ucap salah satu SB (35) enggan disorot kamera saat memasuki gedung Subarkah Ditreskrimsus Polda Sumsel, Selasa (26/09).

Saat diajak bincang dari delapan IRT yang menjadi korban korban infestasi online ini mengaku alami kerugian berfariasi mulai dari Rp12 juta hingga Rp50 juta.

“Kami ini rata rata petani karet pak, uang yang kami investasikan itu uang hasil panen karet,” ucap dia.

Sama dengan beberapa korban asal kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim yang terlebih dahulu melapor menjadi korban investasi bodong melalui online ini.

Mereka mengaku masih sangat awam dalam berbisnis investasi, namun alasan mereka tertarik bergabung dan berinvestasi di aplikasi FEC ini lantaran adanya pejabat Pemprov yang menjadi salah mentor di Indonesia yang berpangkat ACE.

Sampai saat ini disinyalir masih banyak dari korban bisnis investasi ilegal Future E-Commerce (FEC) Indonesia yang belum melapor ke Posko Pengaduan yang disiapkan oleh penyidik gabungan Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Diberitakan sebelumnya, banyaknya jumlah korban yang terjebak aplikasi Investasi Bodong FEC, tak terkecuali di Sumatera Selatan oleh karenanya tim gabungan Ditreskrimsus Polda Sumsel bentuk website pengaduan.

Website tersebut dimaksudkan guna memudahkan para korban FEC di Sumatera Selatan untuk mengadukan kerugian yang dialami dari investasi bodong tersebut.

Seperti yang disampaikan Kasubdit Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel sekaligus Ketua Tim Gabungan AKBP Bagus Suryo Wibowo SIK MH membenarkan pihaknya telah membuat website resmi pengaduan korban FEC terkhusus bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Menurut Bagus, korban FEC yang akan mengadukan kerugian yang dialami hanya perlu mengisi data formulir seperti data diri berupa Nomor Induk Kewarganegaraan dan Nama lengkap.

Selain itu para korban yang mengadu lewat website https://sumsel.polri.go.id/korbanfec/lapor perlu memasukkan jumlah kerugian termasuk bukti transfer ke rekening milik FEC dalam bentuk foto.

“Termasuk juga siapa yang menjadi mentor,”ucap Ketua Tim Gabungan Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Bagus Suryo Wibowo SIK MH melalui konfirmasi WhatsApp, Sabtu (23/09).

Terlepas itu, per hari ini Polda Sumsel mencatat jumlah orang yang menjadi korban investasi bodong melalui aplikasi Future E-Commerce ini sudah mencapai 144 orang.

“Dengan total kerugian sudah mencapai Rp4.071.930.934.00,” tandasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.