Kasus Asusila Oknum Dokter dan Istri Pasien Damai, Kuasa Hukum Pelapor Tidak Dilibatkan

Penulis: - Kamis, 18 April 2024
Dugaan kasus pencabulan yang dilakukan seorang oknum dokter di RS Bunda Medika Jakabaring terhadap istri pasiennya dikabarkan berakhir damai.

Palembang, Sumselupdate.com – Proses penyelidikan dugaan kasus pencabulan yang dilakukan seorang oknum dokter di RS Bunda Medika Jakabaring terhadap istri pasiennya dikabarkan berakhir damai.

Terkait kabar terlapor berinisial MY dan korban TAF telah menempuh perdamaian. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari penyidik Subdit IV PPA Ditreskrimum Polda Sumsel.

Bacaan Lainnya

Tapi terkait perdamaian itu ditampik oleh tim kuasa hukum pelapor sekaligus korban tindak pencabulan berinisial TAF.

“Selaku tim kuasa hukum pelapor sampai saat ini perihal perdamaian tersebut kami tak mengetahui secara pasti. Karena kami tidak pernah dilibatkan untuk membicarakan perdamaian tersebut,” ungkap salah seorang tim kuasa hukum T, Adv.Redho Junaidi,SH,MH, Kamis (18/4/2024) siang.

Kata Redho jika memang benar terjadi perdamaianpun tidak menutup proses penyelidikan perkara pidana dan tak bisa diselesaikan melalui Restorative Justice (RJ).

Baca juga : Dugaan Asusila Dilakukan Oknum Dokter Naik Sidik, PH Yakini Dalam Waktu Dekat Ada Tersangka

“Pasal 23 UU TPKS disebutkan jika perkara tindak pidana kekerasan seksual tidak dapat dilakukan penyelesaian diluar proses peradilan. Kecuali terhadap pelaku anak, sedangkan pelaku adalah orang dewasa umur 34 tahun dan sudah menikah bukan anak,” beberapa Redho didampingi tim kuasa hukum pelapor lainnya, Andyka Andlan Tama,SH,MH, Masklara Belo Putra dan Belo Tama ini.

Lebih dari itu, perdamaian dalam perkara tindak pidana asusila ini dinilainya hanya akan merusak moral.

Bagi dia asusila haruslah dicegah dengan proses hukum terhadap pelaku jadi kesimpulannya sesuai perintah UU untuk proses hukum tindak pidana asusila haruslah dilanjutkan.

Baca juga : Kasus Oknum Dokter Lecehkan Istri Pasien Berakhir Damai, Redho: Perkara Ini Tetap Berlanjut

“Kami meminta kepada penyidik agar segera mengumumkan penetapan tersangka. Karena alat bukti yang telah lebih dari cukup berupa saksi korban, hasil visum, petunjuk dan rekaman CCTV. Ditambah pengakuan dari terduga pelaku yang membenarkan telah menyuntik korban yang bukanlah pasiennya,” urainya.

Lebih lanjut, berdasarkan pasal 25 ayat 1 UUTPKS  disebutkan keterangan saksi korban cukup untuk membuktikan  bahwa terdakwa bersalah jika disertai 1 alat bukti lainnya.

Dalam perkara aquo berdasarkan UU no.17 tahun 2023 tentang kesehatan dalam perkara asusila pasal 308 ayat (9) tidak perlu rekomendasi majelis profesi dokter IDI karena untuk pemeriksaan dokter atas dugaan tindak pidana yang tidak berkaitan dengan UU kesehatan. Sedangkan yang dilaporkan adalah perkara asusila.

Jika perkara yg dilaporkan adalah mengenai UU kesehatan benar harus rekomendasi IDI majelis kehormatan profesi.

“Yang jadi pertanyaan apakah ada skenario besar dibalik kasus ini hingga penyidik terkesan kesulitan untuk bisa menetapkan tersangka. Harusnya ini tak bisa didiamkan karena sangat mengusik sisi keadilan karena terkadang proses hukum yang berlarut yang membuat kepercayaan publik menurun terhadap penegak hukum,” pungkasnya.

Sementara dikonfirmasi terkait informasi perdamaian kasus asusila ini Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Raswidiarti Anggraini,SIK hanya menjawab singkat. “Berkenan ke Pak Dir,” tulis AKBP Raswidiarti melalui pesan singkat What Apps (WA), Kamis (18/4/2024) siang.

Damai itu kesepakatan bersama dan menggap bahwa apa yang terjadi itu adalah kesalah pahaman,” ucap Kuasa Hukum dari terlapor yakni Dr. Bahrul Ilmi Yakup SH MH.

Kata Bahrul, perdamaian itu langsung mempertemukan kedua belah pihak antara MY dan TAF terjadi pada Senin (08/04/2024).

Terkait itu, kabar perdamaian itu sudah disampaikan ke pihak penyidik Subdit PPA Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, pada Rabu (17/04). (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.