Juli dan Agustus Puncak Kemarau, Kekeringan Makin Meluas di Sumsel

Senin, 14 Agustus 2023
Warga Kabupaten Muaraenim berebut mencari ikan di danau yang sudah mengeringa akibat kemarau.

Palembang, Sumselupdate.com – Bulan Juli dan Agustus merupakan puncak musim kemarau di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), meski sesekali ada hujan pendek di beberapa titik.

Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel menyebutkan, saat ini Sumsel sedang ada di fase puncak kemarau dengan kekeringan yang makin meluas.

Bacaan Lainnya

Bahkan, ada wilayah di Sumsel yang paling lama tidak ada hujan selama kemarau ini atau Hari Tanpa Hujan (HTH).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan, Hari Tanpa Hujan (HTH) terpanjang telah terjadi pada sebagian kecil Kabupaten OKI yang mencapai 21-30 hari.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis.

Kategori menengah 11-20 hari terjadi pada sebagian OKI, sebagian Ogan Ilir, sebagian Lahat, sebagian kecil OKU Timur, OKU, OKU Selatan, Pagaralam, Muaraenim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin.

“Meluasnya HTH mengindikasikan kekeringan meteorologis yang mulai terjadi di mana curah hujan telah jauh lebih rendah dibandingkan laju kehilangan air dari permukaan bumi,” katanya, Senin (14/8/2023).

Hal ini tentunya, menurut dia, meningkatkan potensi tingkat kemudahan terbakar pada hutan dan lahan.

Pantauan titik hotspot terus bermunculan membutuhkan usaha yang lebih besar guna penanganannya agar tidak meningkat menjadi titik api kebakaran.

“Imbauan kepada semua pihak untuk menghindari aktivitas membakar yang dapat mengancam terjadinya kebakaran baik pada perumahan, kebun, hutan, dan lahan,” katanya.

Pada saat kemarau juga kualitas udara cenderung menurun dengan meningkatnya polusi partikulat dari debu dan asap, penggunaan masker saat di luar ruangan akan dapat mengurangi gangguan kesehatan. (iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.