Ini Barang Bukti Sitaan Polisi dari Kelompok JAD

Senjata yang disita dari terduga teroris. (detik.com)

Jakarta, Sumselupdate.com – Polisi memamerkan benda-benda berbahaya yang disita Densus 88 Antiteror dari para terduga teroris kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Barang bukti tersebut disita dari tiga terduga teroris, yaitu AAS alias Ali, RF dan WBN dari empat lokasi.

Untuk diketahui, tersangka AAS alias Ali dan WBN alias Budi merupakan terduga teroris jaringan JAD Bandung. Sementara RF adalah anggota JAD Cirebon.

Bacaan Lainnya

Berikut daftar barang bukti yang disita Densus 88 dari ketiganya, seperti dikutip dari laman:

AAS alias Ali di sebuah rumah kontrakan di Jalan Manjahlega, Kota Bandung, Jawa Barat:
– 3 airsoft gun laras panjang
– 2 airsoft gun
– 2 botol gotri
– tabung air
– 146 amunisi airsoft gun
– tabung kuning
– serbuk putih
– beberapa jerigen alkohol

“Laras panjang ini sangat berbahaya, ini biasa digunakan berburu babi,” ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo seperti dikuti dari laman detik.com, Kamis (17/10/2019).

AAS alias Ali di sebuah rumah kontrakan di rumah kawasan elite Grand Sharon, Kota Bandung, Jawa Barat:
– 2 pistol
– 1 senpi laras panjang
– 1 gotri

RF ditangkap di Indramayu pada Minggu (13/10) malam. Setelah itu Densus menggeledah rumah toko (ruko) yang tempat tinggal terduga RF di Jalan Ahmad Yani Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Di ruko RF ditemukan:
– panah
– celurit
– double stick
– airsoft gun beserta peredam
– 1 kardus gas airsoft
– 2 tempat berisi gotri
– 1 plastik gotri
– buku berisi tentang ISIS

WBN ditangkap pada Kamis (10/10). Setelah itu Densus 88 Antiteror menggeledah sebuah mes di Jalan Gunung Batu, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Dari mes, Densus 88 menyita:
– 1 pisau belati
– serbuk putih
– serbuk kuning
– serbuk hijau
– 1 kalender berisi rencana jihad

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.