IKN Strategi Pemerintah untuk Pemerataan Ekonomi dan Timbulkan Pertumbuhan Ekonomi Baru

Penulis: - Sabtu, 2 Desember 2023
Presiden RI Joko Widodo.

Palembang, sumselupdate.com – Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan hanya sekedar isapan jempol. Sejak diumumkan Presiden RI Joko Widodo pada 2019 lalu, hingga kini pemerintah sudah memulai pembangunan infrastruktur untuk mendukung fasilitas infrastruktur di kawasan tersebut.

Seperti diketahui IKN dibangun di Kalimantan Timur. Beragam komentar dan pendapat mengenai rencana pembangunan IKN tersebut. Namun Presiden Jokowi menegaskan bahwa pembangunan IKN akan terus berlanjut.

Bacaan Lainnya

Ditemui di Jakarta, Rabu (29/11/2023), pembangunan IKN ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan ekonomi dan menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. “Pemerataan ekonomi, pemerataan penduduk, menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, saya kira arahnya ke sana. Tapi ini kan tidak sehari-dua hari, setahun-dua tahun,” ucapnya.

Dia juga menekankan bahwa sebesar 58 persen produk domestik bruto (PDB) ekonomi Indonesia terdapat di Pulau Jawa. Jokowi menuturkan, dengan adanya pembangunan IKN diharapkan titik pertumbuhan ekonomi baru tidak hanya ada di Pulau Jawa, tetapi juga di luar Pulau Jawa.

“Dari 17 ribu pulau yang kita miliki, 58 persen (PDB) itu ada di Pulau Jawa, sehingga kita ingin Indonesiasentris, ada di pulau lain juga ada pertumbuhan ekonomi, pulau yang lain selain Jawa juga ada titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, yang kita harapkan itu,” tutur Presiden.

Sementara itu, Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Bambang Susantono mengungkap di IKN tersebut akan ada sembilan kawasan khusus untuk mendongkrak pengembangan ekonomi.

Baca juga : Adiknya Dibacok, Motor dan Handphone Diambil, Erna Lapor Polisi

“Di sini ada sembilan kawasan penggerak ekonomi. Pertama, ini adalah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), lalu disisi selatan ada renewable energy area, dimana ada permintaan dari investor untuk mengembangkan tenaga matahari disini, sebagai contoh,” kata dia.

Lalu akan dibangun juga pusat kegiatan financial, perkantoran yang mengelola aspek keuangan. “Juga ada financial center, dimana kita tengah dalam diskusi untuk mengembangkan kawasan disini yang fokus ke ekonomi, termasuk sektor syariah,” kata dia.

Baca juga : Fadel Muhammad Minta Pemprov Kaltim Maksimalkan Alokasi TKD Untuk Penyangga IKN

Berdasarkan informasi, sembilan kawasan itu terdiri dari KIPP, Economic and Financial Center, Renewable Energy Area, Tourism and Leisure, Education Services, dan Innovation and Research. Kemudian, ada Simpamg Samboja: Agro-commodities, Trade and Logistic, Kuala Samboja: Agriculture Industry, serta Muara Jawa: Fisheries and Agriculture.

“Jadi, kita punya sembilan kawasan penggerak ekonomi dan unik. Sebagian lainnya akan menjadi kawasan inovasi, edutown,” jelasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.