MA Gantada : Hindari Titik Pembangunan LRT

Rabu, 13 Januari 2016

Palembang, Sumselupdate.com — Pembangunan Light Rail Transit (LRT) saat ini tengah di mulai di kota Palembang, DPRD Sumsel menghimbau masyarakat Sumsel agar menghindari titik-titik pembangunan LRT yang rawan kemacetan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar menghindari titik-titik lokasi yang terjadi proses pembangunan jalur kereta api ringan atau Light Rail Transit/LRT supaya tidak mengalami kemacetan,” kata Anggota Komisi IV DPRD Sumsel MA Gantada, Selasa (12/1).

Bacaan Lainnya

Menurut Gantada proyek pembangunan yang anggarannya dikucurkan dari pusat untuk Sumsel dan tentunya dalam setiap pembangunan perlu pengorbanan, yakni korban perasaan terhadap adanya kemacetan-kemacetan arus lalu lintas kendaraan yang terjadi.

“Sekarang terjadi kemacetan-kemacetan, karena proses pembangunan, tetapi nantinya nikmat yang akan dirasakan,” katanya.

Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari titik-titik lokasi yang menjadi proses pembangunan jalur kereta api ringan tersebut sehingga tidak mengalami kemacetan.

“Dengan adanya papan informasi minimal kalaupun terjadi kemacetan di lokasi pembangunan tidak begitu parah,” ujar politisi PDI Perjuangan Sumsel tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin meminta agar pengguna jalan di Kota Palembang untuk sedikit bersabar.

“Sekarang ini sedang dibangun di beberapa titik tiang pancang pemberhentian jalur kereta api ringan dan ini bisa saja mengganggu kelancaran pengguna jalan,” ujar Alex.

Lintasan LRT direncanakan sepanjang 24,5 kilometer yang terdiri atas dua koridor. Koridor pertama dari Bandara SMB II Palembang, AUTO 2000, Asrama Haji, Lampu Merah Tanjung Api-Api arah Jalan Kolonel H Barlian (depan Dolog), Damri Sukarami, JM Sukarami.

Kemudian, Simpang Talang Buruk, Puntu Kayu, RSUD Provinsi, Pasar KM 5, Kantor BP3MD, Simpang Angkatan 45-Demang, Palembang Square, Kantor Dishub-Bappeda, Pasar Cinde, Simpang IP, dan berakhir di Masjid Agung.

Untuk koridor dua, ada beberapa stasiun, yakni Jembatan Ampera, 7 Ulu, Simpang Gubernur H Bastari, Simpang Pasar Induk Jakabaring, Jakabaring Sport City Stadium, Simpang Tiga OPI, dan berakhir di Depo OPI.

Menurut Gubernur demi untuk kepentingan yang lebih baik dan untuk kemajuan Sumatera Selatan maka dirinya mengimbau pengguna jalan untuk bersabar dengan sedikit ketidaknyamanan kondisi ini.

Gubernur mengatakan, pihaknya sudah mengkoordinasikan pelaksanaan pembangunan ini dengan instansi-instansi terkait, sehingga program pembangunan jalur kereta api ringan ini berjalan baik dan sesuai rencana. (erk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.