Final Debat Publik Ogan Ilir, Siapa yang Bakal Kuasai Panggung, Panca-Ardani Atau Ilyas-Endang?

Indralaya, Sumselupdate.com – Jelang Pemilihan Kepala Daerah 9 Desember nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir (OI) akan menggelar debat publik jilid kedua yang sekaligus final, di Hotel Santika Premier, Jalan Gubernur H. Asnawi Mangku Alam, Palembang, Rabu (25/11/2020).

Debat kali ini, tentunya bakal berjalan menarik, mengingat tema yang diambil, ‘Strategi Peningkatan Pelayanan Publik Untuk Memacu Pembangunan Ogan Ilir’.

Bacaan Lainnya

Siapa yang bakal menguasai panggung debat dan meyakinkan pemilih Ogan Ilir, Paslon Nomor urut 1 Panca Wijaya Akbar-Ardani atau Paslon Nomor urut 2 Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak 2?. Hal itu bakal ditentukan jawaban kedua Paslon Bupati dan wakil bupati tentunya dari pertanyaan yang dilontarkan panelis nantinya.

Ketua KPU Ogan Ilir, Massuryati, Selasa ( 24/11/2020), mengajak warga Ogan llir untuk menilai sendiri kedua pasangan, lewat akun Facebook KPU Ogan Ilir, radio Sonora dan live streaming YouTube Tribun Sumsel dan SripokuTV.

“KPU OI telah menggelar rapat dengan tim panelis dan liaison officer dari kedua paslon serta Tribun Sumsel yang menjadi event organizer debat kedua ini. Kita telah mematangkan persiapan debat, diantaranya pembahasan mengenai panelis dan venue debat kedua ini,” kata Massuryati.

Debat kali ini, bakal dipandu moderator Ita Husni, yang merupakan presenter salah satu TV Swasta di Palembang. Adapun empat panelis pada debat publik kedua ini yakni Dosen Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Palembang, (UMP) Yudha Mahrom Dharma Saputra.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (Unsri), Muhammad Husni Thamrin, Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Aprin Palembang, Ardiyan Saptawan. Terakhir, Pengamat Kebijakan Publik Bidang Komunikasi Politik dan Investasi Permana.

“Tentunya, panelis debat merupakan orang-orang yang ahli dan berkompeten di bidang pelayanan publik,” jelas Massuryati.

Mengenai teknis debat kedua nanti, kata Massuryati, sama seperti debat pertama yakni dibagi menjadi lima segmen. Kelima segmen tersebut berupa penayangan video durasi 3 menit dari masing-masing Paslon, paparan visi-misi oleh masing-masing paslon, pertanyaan dari panelis untuk para paslon, pertanyaan dan jawaban antar sesama paslon dan closing statement atau pernyataan penutup dari kedua paslon berupa ajakan kepada masyarakat untuk memilih pada 9 Desember mendatang.

Seperti halnya debat publik terbuka pertama, di dalam venue maksimal hanya 35 orang yang diperkenankan masuk. Diantaranya terdiri dari komisioner KPU, Bawaslu, kedua Paslon, perwakilan tim pemenangan, panelis, jurnalis dan pihak keamanan.

“Untuk jumlah orang di dalam venue debat sengaja dibatasi karena menyesuaikan protokol kesehatan,” kata Massuryati. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.