DPRD OKU Nilai Masyarakat Belum Siap Hadapi Pasar Bebas

Kamis, 11 Februari 2016
Rusman Junaidi

Baturaja, Sumselupdate.com

Secara umum masyarakat Bumi Sebimbing Sekundangg (julukan Kabupaten OKU) dan Indonesia belum siap menghadapi dibukanya arus pasar bebas ASEAN.

Bacaan Lainnya

Anggota DPRD OKU Rusman Junaedhi saat berbincang dengan wartawan, Kamis (11/2) mengatakan, harga getah karet saja, masyarakat sudah kelimpungan, sampai-sampai beberapa warga dari wilayah Batumarta sempat mengadukan kegundahan mereka ke dewan.

“Berkaca dari hal itu saja, artinya masyarakat Indonesia umumnya (bukan hanya OKU), tidak siap menghadapi era globalisasi. Mulai dari SDM-nya, komoditinya dan lain lain. Bahkan ekonomi krestif kita juga belum jelas,” ucap Rusman.

Menurut Rusman, di Indonesia ini cuma mengembangkan industri hilir saja, sedangkan hulu-nya tidak dibenahi. “Makanya kita tidak siap,” ungkapnya.

Rusman menambahkan, seyogianya pemerintah membangun pabrik-pabrik industri untuk masalah karet, sawit dan untuk komoditi perkebunan lainnya, jadi Indonesia ini tidak hanya menjual bahan mentah saja.

“Misalnya pemerintah membangun pabrik-pabrik industri untuk masalah karet, kita bisa jual ban dan segala macam. Jadi tidak hanya jual karet mentah. Nah di sini kita tidak pernah mau belajar. Kalaupun ada pabrik, itu pun milik asing,” jelasnya.

Sehingga, lanjut dia, akibat murahnya harga komoditi perkebunan, yang terjadi sekarang ini adalah menurutnya daya beli dan daya serap masyarakat. Dan itu sudah berdampak di Bumi Sebimbing Sekundang.

“Sekarang ini dengan adanya pasar global, sistem ekonomi jadi liberal. Kalau dulu orang Peninjauan mau beli es krim saja ke Baturaja. Sekarang sudah banyak toko (macam Indomaret-Alfamart dll), jadi tidak perlu lagi ke kota. Imbasnya di kota ini daya serap rendah,” katanya.

Lebih lanjut Rusman menilai, bahwa Indonesia kini seolah kehilangan jati diri. Apalagi yang namanya ekonomi kreatif, itupun hanya gembar-gembor saja.

“Di OKU saja tidak ada ekonomi kreatif yang jadi andalan. Semuanya hanya setengah-setengah saja (ikut-ikutan). Seharusnya anggaran Negara dan daerah ini terfokus untuk bidang-bidang andalan,” ungkapnya. (yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.