Dodi Reza Alex, ‘Hipnotis’ Dosen dan Mahasiswa Program Doktor FISIP Unsri

Bupati Muba Dodi Reza Alex.

Sekayu, Sumselupdate.com – Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin lagi-lagi menjadi sorotan atas inisiasi terobosan inovasi aspal karet, dan pengolahan kelapa sawit menjadi bensin atau Bahan Bakar Nabati (BBN) Biofuel, serta komitmennya yang kuat dalam menangani persoalan perekonomian terutama dalam pemberdayaan UMKM di tengah pandemi yang sudah dilakukan di Muba.

Keberhasilan Bupati Dodi Reza dalam Strategi Percepatan Pembangunan Daerah Masa Pandemi Covid-19 menjadi perhatian publik.

Bacaan Lainnya

Kali ini, Bupati terinovatif Dodi Reza Alex Noerdin, digadang sebagai Narasumber pada kuliah umum secara virtual dengan tema, ‘Strategi Percepatan Pembangunan Daerah Masa Pandemi Covid-19’, pada Program Doktor Administrasi Publik dan Program Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya, di Ruang Rapat Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu (2/12/2020).

Dalam paparannya, yang memukau dosen dan Program Doktor Administrasi Publik dan Program Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya Mahasiswa, Dodi menceritakan inisiasi terobosannya terkait aspal karet.

Bahannya adalah lateks pekat hasil proses pemisahan partikel cair dan padat (centrifuge) berbahan baku bokar.

Dikatakannya, bukan hanya pasar yang bisa jadi unggulan namun lateks pekat tersebut dipastikan mampu meningkatkan ekonomi petani karet.

“Ada empat keuntungan yang bisa bermanfaat bagi petani dan kontraktor bahkan negara atas hilirisasi di sektor komoditi karet,” ungkapnya.

Dodi juga menguraikan, empat manfaat dimaksud, yaitu keuntungan pertama aspek ekonomi rakyat. Hadirnya, pabrik aspal karet ini meningkatkan nilai jual petani hingga dua kali lipat, bisa Rp20.000 perkilogram.

Di mana saat ini, melalui instalasi pengolahan aspal karet yang dimiliki, mampu menampung 3-4 ton lateks dan akan ditambah dua instalasi pada 2021 dengan target produksi lateks mencapai 15 ton perhari.

Dodi juga menguraikan, empat manfaat dimaksud, pertama aspek ekonomi rakyat. Hadirnya pabrik aspal karet ini meningkatkan nilai jual petani hingga dua kali lipat, Rp20.000 perkilogram.

Di mana saat ini, melalui instalasi pengolahan aspal karet yang dimiliki mampu menampung 3-4 ton lateks, dan akan ditambah dua instalasi pada 2021, dengan target produksi latek mencapai 15 ton perhari.

Keuntungan kedua dari sisi teknis. Menurutnya, walau secara harga aspal karet lateks ini harganya lebih mahal tapi umurnya, namun ketahanannya dua kali lebih panjang. Karena mengandung karet jadi lebih lentur. Kemudian tahan air atau kedap air.

Keuntungan ketiga sambung Dodi, dari sisi bisnis. Sedangkan keuntungan keempat dikatakan Dodi, dari sisi regulasi pengadaan bahan baku lateks dari petani.

Selain itu, Bupati DRA juga menjelaskan strateginya secara terperinci dalam pengolahan kelapa sawit menjadi bensin atau bahan bakar nabati (BBN) Biofuel yang sudah dilakukan di Muba.

“Progres implementasi pembangunan Pabrik IVO di Muba. Survei dan kerjasama PT BSS untuk pengelolaan TBS milik KUD periode Mei 2020 sampai dengan pembangunan PKS baru selesai. Selanjutnya, relokasi ITB dan BPDKS ke lokasi PKS yang akan dikerjasamakan dengan KUD. Nah hasil produksi IVO low FFA ditargetkan dapat digunakan oleh Pertamina Plaju diawal tahun 2021, dan mesin penghasil IVO disebut PKS IVO,” terangnya.

Dodi dalam kesempatan ini, jug memaparkan langkah strategis market by event yang dilaksanakan secara gradual akan mendorong pasar baru bagi UMKM terutama di sektor kuliner, hotel, transportasi.

Contohnya, Muba setiap tahunnya menyelenggarakan Muba Auto Gymkhana di Skyland Sirkuit, Supermoto serta Festival Randik, festival bekarang.

“Eco wisata, local culture dan sport tourism membangkitkan UMKM di Muba diantaranya Eco wisata Danau Ulak Lia, Festival Bongen (tradisi pantai dadakan akibat surutnya debit air Sungai Musi,”jelasnya.

Untuk UMKM Muba bangkit dan maju ditengah pandemi, dikatakannya pertama Muba menciptakan produk-produk ramah lingkungan yang menarik di pasar yaitu produk Gambo Muba dan pelepah pinang.

“Gambo Muba, memiliki estetika yang tinggi, karena penggunaan bahan alami dan kerajinan asli tangan Pemberdayaan masyarakat terutama para Ibu-ibu rumah tangga yang dapat meningkatkan pendapatan ekonominya, dan produk produk Gambir ini juga sangat ramah lingkungan. Disinilah kita memasukkan UMKMnya,” terangnya.

Dan selanjutnya, produk pelepah pinang, yang dikelola menjadi wadah makanan pengganti styrofoam dan plastik. Pelepah pinang ini juga menjadi program bersama pemerintah, untuk pemberdayaan masyarakat dan inovasi produk ramah lingkungan.

Paparan materi yang disampaikan bupati, sangat memukau peserta kuliah umum dan mendapat apresiasi dari Dekan Fakultas ISIP UNSRI Prof Dr Kiagus Muhammad Sobri MSi dan Wakil Dekan 1 Fakultas ISIP UNSRI Prof Dr Alfitri MSi. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.