Disergap Petugas, Pelaku Penyentruman Ikan Lepaskan Tembakan

Ilustrasi

Muratara, Sumselupdate.com –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara tidak main-main membasmi pelaku ilegal fishing di aliran Sungai Rawas.

Buktinya, dua perahu yang melakukan penyentruman ikan di aliran sungai berikut mesin untuk nyentrum ikan diamankan.

Bacaan Lainnya

Sementara pelaku penyentruman ikan berhasil meloloskan diri dengan cara menyelam ke dalam air, ketika disergap petugas.

Namun sebelum melarikan diri pelaku melepaskan tembakan dari senjata api rakitan sejenis pistol. Beruntung dalam insiden itu tidak ada yang terluka.

Ketua FPPAS Samsul Bahri mengatakan , pada Minggu (10/7), sekitar pukul 21.00, pihaknya sedang melakukan patroli menyisiri Sungai Rawas.

Di tengah perjalanan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada yang sedang melakukan aksi menyentrum ikan di wilayah Kecamatan Karang Dapo.

Setiba di sana timnya menemukan para pelaku dan sempat melakukan kejar-kejaran dengan para pelaku. Namun pelaku berhasil kabur dengan menceburkan diri ke dalam Sungai Rawas.

“Kita mendapatkan informasi dari masyarakat dan langsung mendatangi tempat tersebut, namun kita hanya berhasil mengamankan satu mesin penyentrum, dua boad ketek dan dua mesin ketek dan pelakunya berhasil kabur,” ungkapnya.

Dijelaskannya para pelaku penyentrum ternyata memiliki senpi, karena saat mereka kabur sempat melepaskan satu tembakan. Untungnya peluru tersebut tidak ada mengenai para anggotanya.

“Dengan adanya kejadian ini, tentunya menjadi pembelajaran bagi kita. Karena mesti berhati-hati karena para pelaku penyentrum membawa senpi,” jelasnya.

Ia menyayangkan saat melakukan patroli tidak ada didampingi oleh aparat kepolisian setempat dan bahkan camat Karang Dapo pun tidak ingin ikut serta dalam membasmi pelaku penyentrum.

“Ya kita menyayangkan saja pihak kepolisian enggan ikut serta dan bahkan camat pun juga tidak mau,” bebernya.

Dia mengakui bahwa para pelaku itu berasal dari Desa Pantai, Kecamatan Rupit dan saat ini pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap pelaku, karena mereka menggunakan senpi.

“Ya pelakunya dari Desa Pantai dan sekarang kita sedang melakukan pencairan terhadap pelaku karena menggunakan senpi,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Bupati H Devi Suhartoni mengatakan, upaya pemberantasan ilegal fishing salah satu upaya selama kepemimpinan untuk membasmi para pelaku penyentrum ikan di wilayah Kabupaten Muratara.

Menurutnya, upaya yang dilakukan ini demi kepentingan masyarakat banyak. Sebab selama ini masyarakat kesulitan untuk mendapatkan ikan, namun dalam waktu tiga bulan terakhir masyarakat tidak kesulitan lagi untuk mendapatkan ikan dan sekarang ikan sudah mulai banyak di Sungai Rawas.

“Kita tidak akan main-main dengan para pelaku penyentrum ikan dan akan ditindak tegas, sebab tindakkan itu melanggar hukum dan jika tertangkap akan kita proses secara hukum,” tegasnya. (ain)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.