Di Baturaja, Petani Sawit Menjerit

Rabu, 28 November 2018
Ilustrasi sawit

Baturaja, sumselupdate.com – Petani kelapa sawit di Kecamatan Peninjauan menjerit. Pasalnya, harga jual sawit sangat rendah. “Harga sawit yang kami jual tidak sesuai dengan modal yang kami keluarkan,” ucap Heru, petani sawit di Kecamatan Peninjauan.

Diungkapkan Heru, dirinya menjual sawit seharga Rp 750/kg. Namun, dirinya hanya menerima Rp 500/kg. “Dipotong dengan upah angkut dan upah nimbang,” timpal Heru.

Sementara, lanjut Heru, modal produksi sawit berkisar Rp 850 hingga Rp 900/kg. “Jangankan balik modal, rugi sudah pasti,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Yono, petani sawit lainnya. Lantaran turunnya harga sawit, dirinya menghidupi atau memenuhi kebutuhan keluarganya, diharuskan untuk tidak melakukan pemupukan lahan sawit.

“Bagaimana mau mupuk, anak ada yang kuliah, ada yang masih sekolah, belum biaya makannya. Karena, hasil sawit tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga,” timpal Yono.

Menirut Yono, kondisi menurunnya harga sawit telah terjadi kurang lebih tujuh bulan terakhir. “Kami berharap pemerintah dapat memberi solusi,” pungkas Yono. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts