Di Baturaja, Petani Sawit Menjerit

Ilustrasi sawit

Baturaja, sumselupdate.com – Petani kelapa sawit di Kecamatan Peninjauan menjerit. Pasalnya, harga jual sawit sangat rendah. “Harga sawit yang kami jual tidak sesuai dengan modal yang kami keluarkan,” ucap Heru, petani sawit di Kecamatan Peninjauan.

Diungkapkan Heru, dirinya menjual sawit seharga Rp 750/kg. Namun, dirinya hanya menerima Rp 500/kg. “Dipotong dengan upah angkut dan upah nimbang,” timpal Heru.

Sementara, lanjut Heru, modal produksi sawit berkisar Rp 850 hingga Rp 900/kg. “Jangankan balik modal, rugi sudah pasti,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Yono, petani sawit lainnya. Lantaran turunnya harga sawit, dirinya menghidupi atau memenuhi kebutuhan keluarganya, diharuskan untuk tidak melakukan pemupukan lahan sawit.

“Bagaimana mau mupuk, anak ada yang kuliah, ada yang masih sekolah, belum biaya makannya. Karena, hasil sawit tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga,” timpal Yono.

Menirut Yono, kondisi menurunnya harga sawit telah terjadi kurang lebih tujuh bulan terakhir. “Kami berharap pemerintah dapat memberi solusi,” pungkas Yono. (wid)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.