Beragam Tanaman Hadir di Kontes Bonsai OKU

Pjs Bupati OKU Muhammad Zaki Aslam melihat tanaman bonsai

Laporan Armiziwadi

Baturaja, Sumselupdate.com – Baturaja Bonsai Association (BBA) menggelar kontes dan pameran bonsai di halaman City Mall Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Pameran ini dibuka oleh Pjs Bupati OKU Muhammad Zaki Aslam, S.IP, M.Si pada Rabu (25/11/2020) petang.

Bacaan Lainnya

Ketua penyelenggara, Ir. Joni Amran, M Si dalam sambutannya mengatakan, ada 336 bonsai yang dipamerkan pada kontes tersebut, terdiri dari berbagai macam tanaman mulai dari beringin, asam jawa, anting putri dan banyak lagi.

“Sementara untuk penilaian kontes kita menghadirkan juri nasional sehingga dalam kontes ini pemenang memang benar-benar bonsai yang terbaik,” ungkapnya.

Kontes dan pameran ini, lanjut Joni Amran, diikuti peserta dari tujuh kabupaten yang ada di Sumsel, yakni Muaraenim, OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Prabumulih, Lahat dan Palembang.

“Kontes sudah kita lakukan sejak kemarin dan yang meraih the best satu yakni bonsai asam jawa milik Ashary dari kabupaten OKU. Kedua jenis anting putri milik Supri Anju dari Muaraenim sedangkan the best tiga jenis pohon beringin milik Alfa Rizi dari OKU. Para pemenang mendapatkan tropi dan uang pembinaan,” terangnya.

Rencanannya, lanjut Joni, tahun depan pihaknya akan kembali mengadakan kontes dan pameran di tingkat nasional. Untuk itu, dirinya meminta dukungan dari pemerintah dalam pelaksanaannya.

“Perkembangan bonsai sekarang ini sangat pesat mulai dari kota sampai ke kecamatan. Bukan hanya di OKU tapi di kabupaten lain juga demikian,” tandasnya.

Sementara Pjs Bupati OKU Muhammad Zaki Aslam, dalam samabutanya mengatakan, makna utama dari penyelenggaraan pameran dan kontes bonsai ialah sebagai salah satu jenis seni. Maka menata tanaman bonsai dapat menumbuhkan semangat kreativitas dan inspiratif, sehingga terhindar dari aktivitas yang kurang bermanfaat.

Selain itu, menata seni tanaman bonsai merupakan bagian dari upaya pelestarian flora.

“Karena aneka ragam flora mulai terancam keberadaannya akibat perkembangan peradaban kehidupan yang semakin pesat. Aktivitas seni tanaman bonsai juga bisa membentuk karakter yang penuh imajinasi dan inspirasi, serta melatih kesabaran,” imbuhnya.

Kontes tanaman bonsai ini, lanjut Zaki, juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana menjalin komunikasi informal antar elemen masyarakat, guna memelihara silaturahmi dan kerukunan sosial, selain dapat berfungsi sebagai sarana hiburan keluarga.

“Dalam kaitan inilah, saya mengajak semua elemen masyarakat terutama komunitas kaum muda kreatif dan pecinta seni, serta komunitas peduli kelestarian flora lainnya, mari kita bersinergi untuk terus berupaya menghidupkan kembali nilai-nilai sosial dan kearifan lokal melalui berbagai kegiatan seni kreatif,” ajaknya.

Pada kesempatan itu, Zaki meminta komunitas-komunitas sosial lainnya dapat juga menyelenggarakan festival permainan anak-anak tradisional untuk memberi keseimbangan permainan anak-anak yang bersifat digital dan modern yang sebagian di antaranya justru tidak mengandung nilai-nilai pendidikan.

“Karena budaya nusantara termasuk kearifan lokal yang diwariskan para leluhur kita sesungguhnya banyak sekali aneka ragam permainan tradisional, meskipun kita juga perlu menyadarinya bahwa perkembangan zaman telah menyebabkan perubahan sosial yang mendorong generasi saat ini tidak lagi akrab dengan permainan tradisional. akan tetapi kondisi demikian patut kita sikapi dengan berbagai upaya untuk merancang even even tertentu yang menjadikan aneka ragam permainan tradisional mampu dikenal dan dilestarikan oleh anak-anak kita saat ini,” terangnya.

Zaki juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pameran dan kontes bonsai baturaja, dan kepada para peserta saya ucapkan selamat memperlombakan keindahan tanaman bonsai hasil kreativitasnya, serta kepada segenap panitia dan pihak sponsor, terima kasih atas dukungannya bagi kelancaran kegiatan ini.

Ashary pemilik bonsai the best pertama saat dibincangi mengatakan, bonsai yang ua punya merupakan jenis asam jawa.

“Usianya kalau di alam liar sekitar lima puluh tahunan, saya merawat bonsai ini sudah sembilan tahun, kalau mau dijual harganya sudah mencapai lima puluh jutaan,” jelasnya.

“Kita berharap kedepannya penggemar bonsai akan terus bertambah, apa lagi sekarang ini yang namanya bonsai bukan hanya di OKU yang ada tapi sudah berkembang dimana-mana, dan cara merawatnya sangat gampang tidak ada pupuh khusus dan lahan luas dan tanahnya juga tidak terlalu banyak.,”pungkasnya.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.