Bawa Senjata Tajam, Peserta Takbiran Diturunkan Paksa Aparat

Rabu, 6 Juli 2016
Suasana saat petugas Polresta Palembang mengiterograsi peserta takbiran keliling pemilik sajam, Selasa (5/7) malam.

Palembang, Sumselupdate.com –Polresta Palembang dibantu petugas TNI, Pol PP, dan Dishub yang melakukan pengamanan takbiran dengan  menyisir terhadap seluruh truk yang melakukan takbiran keliling yang melintas di jalan-jalan protokol di Kota Palembang, Selasa (5/7) malam.

Ternyata, mereka tidak hanya melakukan takbiran keliling akan tetapi ketika diperiksa polisi ditemukan sejumlah senjata tajam (sajam) berupa pedang dan pisau, batu, tombak hingga minuman keras, dan petasan.

Read More

Para peserta takbiran pun akhirnya diturunkan paksa oleh petugas dari mobil bak terbuka atau truk dan langsung dilakukan pemeriksaan seluruh tubuh.

Selanjutnya peserta takbiran ini disuruh duduk dekat pos pengamanan dekat Bundaran Air Mancur (BAM).

Selanjutnya polisi mendesak mereka mengaku siapa pemilik barang-barang terlarang tersebut namun tidak ada yang mengaku.

Akhirnya oleh polisi mereka yang ikut takbir keliling yang kebanyaan remaja ini disuruh membacakan kalimat takbiran.

Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Andi Gumara mengatakan, para pemuda yang kedapatan membawa sajam langsung diamankan dan dilakukan pendataan.

“Dilihat dahulu kesalahan mereka seperti apa, kalau memang ada indikasi untuk melakukan kriminalitas tentukan kami tindakan sesuai hukum,” katanya.

Menurutnya, dalam gelaran ini sekitar 300 personel diterjunkan dalam pengamanan malam takbiran.

“Kita tidak larang takbiran, namun kenyataan nya kami dapatkan beberapa mobil takbir keliling kami temukan barang–barang yang dilarang untuk dibawa,” ujarnya.

Namun secara keseluruhan, lanjutnya situasi malam takbiran berjalan lancar aman dan terkendali. Untuk pemilik sajam pihak akan melakukan pengembangan jika terbuki pidana akan dikenakan sanksi

“Kita ketahui saat ini Palembang sedang berlangsung proyek LRT tentunya menimbulkan kemacetan, untuk mengantisipasi nya kami menambah petugas guna memperlancar arus lalu lintas,” katanya.

Trisno (35) dan Romadon, warga Jalan Masjid Al-Hikmah, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang yang ikut diamankan mengaku tidak mengetahui jika di dalam mobil yang mereka tumpangi ada senjata tajam.

“Kami tadi cuma sopir dan tidak tahu kalau ada pedang. Kami cuma mau takbiran saja tidak ada macam-macam,” kata mereka singkat. (ery)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts