Awas Pencurian Informasi Perbankan, Ini Modus dan Tips Biar Aman

Penulis: - Sabtu, 20 Agustus 2022
Anonymous mask vector created by freepik

Sumselupdate.com — Di tengah tingginya penggunaan layanan bank digital saat ini, potensi pencurian data dan pembobolan akun rekening bank juga makin tinggi. Jadi, kamu harus tahu beberapa modus yang digunakan oleh pelaku kejahatan siber (cybercrime) untuk mencuri data dan membobol akun kamu.

Upaya Pencurian Informasi Perbankan

Mengutip paparan Pemimpin Divisi Manajemen Risiko PT Bank Negara Indonesia (Persero) Persero Tbk (BNI) Rayendra Minarsa Goenawan dalam sebuah diskusi, ada dua jenis upaya pengambilalihan data nasabah oleh pelaku kejahatan siber yaitu:

Bacaan Lainnya

1. Skimming

Skimming merupakan suatu tindakan pencurian data informasi kartu debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada magnetic stripe kartu debit secara ilegal. Data yang sudah dicuri kemudian dipindahkan ke kartu palsu (counterfeit), lalu kartu palsu tersebut digunakan oleh pelaku untuk transaksi tarik tunai melalui ATM, transaksi belanja melalui mesin EDC, transfer melalui VA atau antar bank.

Beberapa modus skimming yang dilakukan oleh pelaku kejahatan, yakni :

Konvensional

Pelaku memasang perangkat keras (hardware) berupa bezel palsu yang sudah dilengkapi dengan baterai, memory card dan card reader di bagian mulut ATM untuk mencuri data kartu.

Deep Insert Skimmer

Pelaku memasang perangkat keras (hardware) berupa plat tipis kedalah modul card reader yang sudah dilengkapi dengan card reader, baterai dan memory card untuk mencuri data kartu.

Router

Pelaku memasang perangkat keras (hardware) berupa router yang sudah dilengkapi wi-fi dengan melepas kabel jaringan komunikasi (jarkom) dari mesin ATM yang terhubung ke host BNI dan disambungkan kembali kabel jaringan tersebut melalui router pelaku.

Hidden Camera

Pelaku memasang perangkat keras (hardware) berupa kamera tersembunyi di bagian/sekitar mesin ATM yang tidak terlihat oleh nasabah untuk mencuri data PIN ATM.

2. Social Engineering (Soceng)

Yaitu teknik untuk mendapatkan data dan informasi dengan cara mempengaruhi pikiran seseorang dengan memanipulasi psikologis dan emosional melalui suara, gambar atau tulisan yang persuasif dan meyakinkan.

Ada tiga modus social engineering yang dilakukan pelaku kejahatan

  • Pelaku bertemu langsung dengan nasabah dan mengaku sebagai pihak perbankan. Pelaku bisa saja mengaku sebagai IT Support, Customer Service atau dari tim keamanan perbankan.
  • Pelaku menghubungi nasabah dan mengaku sebagai pihak perbankan.
  • Pelaku memanfaatkan jaringan internet untuk membuat akun media sosial palsu dan email palsu mengatas namakan perbankan.

Lindungi Informasi Perbankan

Informasi perbankan adalah hal yang paling diincar oleh pelaku kejahatan siber. Data ini secara spesifik dapat diartikan seluruh data pribadi yang digunakan pada sistem perbankan untuk keperluan verifikasi transaksi.

Berikut tips untuk melindungi informasi perbankan:

  1. Tidak memberikan informasi pribadi yang bersifat rahasia kepada siapa pun seperti identitas diri, nomor handphone, nomor rekening, user id dan email pribadi.
  2. Selalu waspada dalam berkomunikasi dengan pihak belum dikenal yang meminta informasi pribadi anda
  3. Pastikan informasi pribadi anda hanya diberikan kepada pihak perbankan, bila diperlukan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.