Angkut Minyak Ilegal, Dua Sekawan Dihukum 1 Tahun Penjara

Ujang Syaifuddin dan Tri Budiyono menjalani persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A khusus Palembang, Jumat (24/7/2020).

Palembang, Sumselupdate.com- Gara-gara perbuatan mengangkut minyak sulingan ilegal, dua sekawan yakni Ujang Syaifuddin dan Tri Budiyono, divonis majelis hakim yang diketuai Erma Suharti SH, masing masing selama satu tahun penjara.

Vonis ditetapkan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A khusus Palembang, Jumat (24/7/2020).

Bacaan Lainnya

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 54 UU Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas. Mengadili menjatukan kedua terdakwa yaitu Ujang Syaifuddin dan Tri Budiyono masing – masing kedua terdakwa dijatuhkan hukuman dengan pidana penjara selama satu tahun dan denda 5 juta rupiah subsider 3 bulan,” ujarnya.

Putusan tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Murtadlo SH dan Rini Purnamawati SH, dimana menuntut kedua terdakwa dengan masing-masing pidana penjara selama 1 tahun dan denda 5 juta rupiah subsider 3 bulan.

Atas putusan ini baik terdakwa maupun JPU menerima putusan tersebut. Dalam dakwaan JPU terungkap kejadian bermula bahwa terdakwa Tri Budiyono pada Februari lalu, diberhentikan pihak Kepolisian di jalan seberang pintu gerbang Perumnas, Talang Kelapa tepatnya di Jalan By Pass Alang-alang Lebar Kecamatam Alang-alang Lebar, Palembang lantaran dicurigai dan diduga membawa minyak ilegal.

Sehingga saat pemeriksaan terdapat barang bukti berupa minyak sulingan berisi solar sehingga kedua pelaku tersebut diamankan.

Namun saat diamankan kedua terdakwa mengaku hanya sebagai supirnya. Walaupun demikian kedua terdakwa tetap dikenai hukuman pasal 54 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang migas.(Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.