Pantauan di lapangan, puluhan masa aksi demo berbondong-bondong mendatangi halaman kantor DPRD OKU. Kedatangan mereka disambut Ketua Komisi I DPRD OKU, Yoppi Sahrudin, Kasat Sabhra AKP Redi Cahyo, Kapolsek Baturaja Timur, AKP Saharuddin dan anggota polisi serta Sat Pol PP lainnya yang melakukan pengamanan.
Beberapa poster bertulisan dibentangkan masa aksi demo. Diantaranya kertas karton putih itu bertulisan, “Kurung Ahok”, “Pak Presiden Jokowo Jangan Intervensi”, “Tindak Tegas Pemecah Bhinneka Tunggal Ika”, “Tangkap dan Hukum Penghina Al Quran”.
Ketua HMI OKU, Eko Suproni, mengatakan aksi ini merupakan aksi gabungan HMI perwakilan Cabang Bandung.Jember, Ciputat, Kalimantan Tarakan dan Baturaja OKU.
Ia menjelaskan, beberapa tuntutan asfirasi yang disampaikan ke wakil rakyat OKU. Di antaranya, meminta agar Kurung Ahok, terkait dugaan penistaan agama. “Sudah layak untuk dikurung. Sebab dia bukan lagi pejabat publik,” katanya.
Selain itu, ia meminta atau mengharapkan presiden tidak menginterfensi kasus ini. “Dan pastinya kita meminta agar penegak hukum pemroses kasus ahok,” kata Eko.
Aksi demo ini, kata Eko, terkait anggapan atau dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Di mana perkataan Ahok terkait Al Quran Surat Al Maidah yang dinilai sudah dinistakan. Mereka meminta agar DPRD OKU, untuk menyampaikan aspirasi mereka ke Polri agar Ahok di proses atas perbuatannya sesuai hukum berlaku.
Informasi yang berhasil dihimpun jika aksi hari ini akan banyak dilakukan berbagai ormas dan UKM yang di Baturaja hingga menjelang siang nanti. “Kalau kami (HMI) pagi ini saja, tapi nggak tau kalau ada yang lain nanti, pungkasnya. (Yan)











