Palembang, Sumselupdate.com – Memasuki musim hujan yang menjadi periode penting bagi aktivitas pertanian, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) memastikan ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).
Hingga 4 November 2026, stok pupuk bersubsidi yang disiapkan Pusri di Sumsel mencapai 22.684,69 ton. Jumlah tersebut terdiri dari pupuk Urea sebanyak 9.666,20 ton dan pupuk NPK sebanyak 13.018,45 ton.
Ketersediaan stok ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam, sehingga aktivitas pemupukan dapat berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.
Selain memastikan stok tersedia, Pusri juga terus menjaga kesiapan sarana penyimpanan serta jaringan distribusi agar penyaluran pupuk dapat menjangkau petani di berbagai wilayah, termasuk kawasan pedesaan.
Dari sisi penyaluran, realisasi pupuk bersubsidi di Sumsel selama periode Januari hingga 4 November 2026 telah mencapai 306.735,25 ton atau sekitar 94 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 325.341 ton.
Rinciannya, penyaluran pupuk Urea mencapai 120.622,10 ton dari alokasi 139.030 ton. Sementara penyaluran pupuk NPK tercatat sebanyak 186.113,15 ton dari total alokasi 186.311 ton.
VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri, Rustam Effendi, mengatakan kesiapan stok dan kelancaran distribusi pupuk bersubsidi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung produktivitas pertanian serta ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, memasuki musim hujan, ketersediaan pupuk menjadi salah satu kebutuhan penting yang harus dipastikan agar petani dapat menjalankan kegiatan pertanian secara optimal.
“Memasuki musim hujan, kebutuhan pupuk menjadi salah satu hal penting yang perlu dipastikan ketersediaannya bagi para petani. Oleh karena itu, Pusri terus menjaga kesiapan stok dan kelancaran jalur distribusi, khususnya di wilayah Sumatera Selatan,” ujar Rustam.
Ia menjelaskan, Pusri didukung jaringan mitra distribusi yang tersebar di berbagai wilayah Sumsel. Keberadaan jaringan tersebut diharapkan semakin memudahkan petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi hingga ke desa-desa.
Rustam menambahkan, kelancaran penyaluran pupuk juga membutuhkan koordinasi dan sinergi seluruh pihak, mulai dari perusahaan, distributor, pengecer, pemerintah daerah hingga kelompok tani.
“Melalui pemantauan stok, evaluasi realisasi penyaluran, serta koordinasi secara berkelanjutan dengan seluruh mitra distribusi, kami terus berupaya menjaga kelancaran penyaluran pupuk,” katanya.
Pusri juga mengimbau petani untuk memastikan data kepesertaan dan kebutuhan pupuk telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar proses penebusan pupuk bersubsidi tidak mengalami kendala.
Dengan stok yang tersedia, jaringan distribusi yang luas serta koordinasi bersama para pemangku kepentingan, Pusri berkomitmen menjaga keandalan pasokan pupuk bersubsidi di Sumsel.
Langkah ini diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan sarana produksi, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
(**)







