Kabut Asap, 2.775 Penerbangan Delay dan Dibatalkan Sejak Agustus

Writer: - Jumat, 23 Oktober 2026
Kabut asap mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut jumlah jadwal penerbangan yang dibatalkan dan tertunda (delay) bertambah akibat asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejak Agustus, tercatat sebanyak 2.775 jadwal penerbangan terdampak.

Berdasarkan data Kemenhub per 21 Oktober 2026, total ada 2.775 jadwal penerbangan dalam negeri terdampak karhutla sejak 11 Agustus 2026. Jumlah ini bertambah 171 penerbangan dari data per 19 Oktober 2026.

Read More

Adapun rinciannya, 1.170 penerbangan mengalami keterlambatan (delay), 1.544 dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed), 25 dialihkan ke bandar udara lain (divert), 6 kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/RTB), dan 30 dimajukan jadwalnya (advance).

“Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub, Lukman F. Laisa, dikutif dari detik.com, Jumat (23/10/2026).

Saat ini sebaran dampak asap juga menjangkau Nusa Tenggara Timur, selain Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Bandar udara yang terdampak antara lain Iskandar (Pangkalan Bun), Supadio (Pontianak), Mutiara SIS Al-Jufrie (Palu), Sultan Babullah (Ternate), Pattimura (Ambon), Mozes Kilangin (Timika), Rendani (Manokwari), H. Hasan Aroeboesman (Ende), Sultan Thaha (Jambi), dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Imbas paparan asap tersebut mengurangi jarak pandang di sekitar bandara. Kondisi ini memengaruhi proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat, sehingga dapat berujung pada keterlambatan, pengalihan, maupun pembatalan penerbangan.

Jadwal penerbangan internasional juga terdampak. Kemenhub mengatakan sebanyak 14 penerbangan internasional dibatalkan. Rinciannya, 12 penerbangan Singapura-Pontianak pulang pergi dibatalkan pada 12-23 September 2026 akibat asap di Bandar Udara Supadio. Sementara itu, 2 penerbangan Singapura-Palembang pulang pergi dibatalkan pada 15 Oktober 2026 akibat asap di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Baca juga: Kabut Asap, 2.775 Penerbangan Delay dan Dibatalkan Sejak Agustus

Sebagai langkah antisipasi, sejumlah maskapai telah membatalkan 40 penerbangan yang dijadwalkan pada 22-25 Oktober 2026. Adapun 40 penerbangan yang dibatalkan antara lain pada rute dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, dan Singkawang.

Penumpang pada rute tersebut diimbau segera menghubungi maskapai terkait untuk informasi penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengembalian biaya tiket (refund).

Di luar karhutla, 26 penerbangan dalam negeri dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.

Ditjen Perhubungan Udara tetap meminta penyelenggara bandar udara di wilayah terdampak menjaga kesiapsiagaan. Langkah tersebut meliputi penerapan Low Visibility Procedures (LVP), yaitu prosedur operasi saat jarak pandang rendah, bersama AirNav Indonesia dan BMKG.

Baca juga: ISPU Palembang Tembus 1.925, Kabut Asap Karhutla Kembali Memburuk

Kemenhub juga melakukan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) berisi informasi penting operasional penerbangan, serta peningkatan kesiagaan di sisi udara. Pelayanan penumpang juga dioptimalkan melalui penyampaian informasi penerbangan secara berkala dan penyediaan masker. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts