Program Sultan Muda Antar Sumsel Raih Penghargaan TPAKD Terbaik Nasional 2026

Writer: - Jumat, 23 Oktober 2026
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) berfoto bersama dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: OJK Sumsel)

Jakarta, Sumselupdate.com – Provinsi Sumatera Selatan kembali meraih penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Terbaik Nasional Wilayah Sumatera 2026. Prestasi ini diraih dua tahun berturut-turut setelah Sumsel memperoleh penghargaan serupa pada 2025.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026 yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Read More

Capaian ini menjadi pengakuan atas upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu program yang menjadi andalan Sumsel adalah 100.000 Sultan Muda Sumsel, program strategis Gubernur Sumatera Selatan yang mengintegrasikan literasi dan inklusi keuangan, pengembangan kewirausahaan, akses pembiayaan produktif, hingga perluasan pasar domestik dan internasional.

Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi OJK Sumsel, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, Bank Indonesia, perguruan tinggi, asosiasi pengusaha, komunitas wirausaha, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ekspor Kopi Sumsel Tembus 340,4 Ton

Salah satu hasil yang dicapai melalui ekosistem Sultan Muda Sumsel adalah pengembangan ekspor kopi langsung dari Pelabuhan Boom Baru Palembang menuju pasar internasional.

Sejak ekspor langsung perdana pada Januari 2025 hingga Agustus 2026, tercatat 17 kali pengiriman dengan total volume 340,4 ton atau setara 19 kontainer. Kopi Sumsel tersebut dipasarkan ke Uni Emirat Arab, Kamboja, Malaysia, dan Australia.

Pada periode yang sama, realisasi kredit dalam ekosistem usaha kopi mencapai Rp363,2 miliar. Pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai usaha, mulai dari petani hingga pelaku perdagangan dan eksportir.

Selain itu, partisipasi pengusaha muda Sumsel dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 menghasilkan sembilan kesepakatan perdagangan internasional senilai sekitar Rp501,4 miliar.

Salah satu kesepakatan tersebut berupa perdagangan biji kopi ke Rusia melalui PT Agri Ekspor Indonesia dengan Kontinent LLC untuk 2027. Capaian ini menunjukkan upaya pelaku usaha Sumsel dalam memperluas jangkauan pasar produk unggulan daerah.

Prabowo Kunjungi Booth Kopi Sumsel

Dalam rangkaian Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi stan Agam Pisan Coffee Roasters x Basnom SSEXIM HIPMI Sumatera Selatan.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kopi Sumatera Selatan sekaligus ekosistem kewirausahaan yang mendukung pengembangan produk dan perluasan pasar.

Presiden juga memberikan perhatian terhadap kemampuan petani kopi Sumsel dalam menembus pasar ekspor. Pengembangan komoditas unggulan ini dinilai berkaitan dengan peningkatan produktivitas, kualitas hasil, akses pembiayaan, serta hubungan petani dengan rantai perdagangan internasional.

Diplomasi Kopi Perkuat Akses Pembiayaan

OJK Sumsel turut mengembangkan pendekatan kolaborasi melalui program Diplomasi Kopi dengan memanfaatkan fasilitas kantor OJK sebagai Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) dan Pusat Kolaborasi dan Akselerasi Ekonomi Daerah Sumsel Maju Terus untuk Semua.

Kedua fasilitas tersebut menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha, industri jasa keuangan, pemerintah, calon pembeli, dan mitra bisnis untuk membangun kerja sama, memperluas akses pembiayaan, serta membuka peluang pasar.

Melalui pendekatan ini, kebutuhan pembiayaan dipetakan berdasarkan karakteristik setiap mata rantai usaha, mulai dari petani, pengumpul hasil pertanian, pembeli atau offtaker, penyedia logistik, eksportir, industri pengolahan, hingga jaringan kedai kopi.

Dengan demikian, akses keuangan diharapkan tidak hanya membantu permodalan, tetapi juga memperkuat keterhubungan usaha dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

OJK: Penghargaan Bukan Tujuan Akhir

Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menegaskan bahwa penghargaan nasional tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas manfaat program bagi masyarakat.

“Penghargaan ini bukanlah ultimate goal dari kerja bersama kita. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana akses keuangan benar-benar dapat menggerakkan aktivitas ekonomi, membuka kesempatan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Arifin.

Ia mengatakan, koordinasi yang efektif tidak harus selalu dilakukan melalui forum formal. Menurutnya, Diplomasi Kopi dapat menjadi sarana untuk membangun kepercayaan, mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan solusi pembiayaan, serta menggerakkan pemangku kepentingan dalam satu ekosistem.

Ke depan, OJK Sumsel bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan para pemangku kepentingan akan terus memperkuat program 100.000 Sultan Muda Sumsel, memperluas akses pembiayaan produktif, mendorong hilirisasi komoditas unggulan, serta mengembangkan jaringan perdagangan dan ekspor.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan usaha, meningkatkan daya saing produk daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang inklusif serta berkelanjutan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts