Kabut Asap Palembang Makin Parah, IQAir di Unsri Tembus 1.137 dan Demang 900

Writer: - Senin, 19 Oktober 2026
Kualitas udara di Kota Palembang semakin memburuk, Senin (19/10/2026) pukul 04.00 WIB. Pantauan IQAir menunjukkan indeks kualitas udara di kawasan Universitas Sriwijaya menembus angka 1.127 dan masuk kategori berbahaya. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker yang sesuai untuk melindungi diri dari paparan polusi udara. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memperburuk kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin (19/10/2026) pagi. Polusi udara terpantau berada pada level berbahaya di sejumlah titik, sementara warga mengeluhkan mata perih hingga sesak napas.

Berdasarkan pantauan aplikasi IQAir pada pukul 04.00 WIB, sejumlah lokasi di Palembang mencatat indeks kualitas udara yang sangat tinggi. Universitas Sriwijaya (Unsri) menjadi salah satu titik dengan angka tertinggi, yakni 1.137, disusul kawasan Demang Lebar Daun yang mencapai 900.

Read More

Sementara itu, kawasan Musi 2 mencatat angka 333. Adapun Sukarami berada di angka 288 dan GP Palembang mencapai 290. Berdasarkan kategori yang ditampilkan dalam pantauan tersebut, beberapa lokasi berada pada tingkat berbahaya, sedangkan Sukarami dan GP Palembang masuk kategori sangat tidak sehat.

Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara karena angkanya dapat berubah sewaktu-waktu. Kondisi tersebut juga menjadi pengingat agar warga lebih berhati-hati ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Warga Tetap Beraktivitas di Tengah Kabut Asap

Meski kualitas udara memburuk, sebagian warga masih harus keluar rumah untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam pantauan Elshinta, aktivitas masyarakat tetap berlangsung di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang.

Di sisi lain, masih terlihat warga yang berolahraga di luar ruangan tanpa menggunakan masker pelindung yang memadai.

Paparan polusi udara akibat asap karhutla berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan.

Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, mengurangi aktivitas fisik berat di luar rumah, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts