Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, sempat menunjukkan perbaikan pada Sabtu (17/10/2026) sore. Meski kabut asap terlihat mulai menipis dibandingkan hari-hari sebelumnya, empat wilayah masih mencatat kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat berdasarkan pantauan aplikasi IQAir pukul 17.00 WIB.
Empat wilayah tersebut meliputi Sukarami dengan indeks kualitas udara (AQI) 265, GP PLM sebesar 242, kawasan Universitas Sriwijaya sebesar 214, serta Demang Lebar Daun dengan angka 219.
Sementara itu, kawasan Musi 2 Palembang mencatat AQI 192 dan masuk kategori tidak sehat.
Data tersebut menunjukkan bahwa perbaikan kualitas udara belum merata di seluruh wilayah Palembang. Masyarakat tetap perlu waspada karena kondisi udara dapat berubah, terutama saat malam hingga dini hari.
Secara visual, kabut asap terlihat sedikit menipis dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Jarak pandang juga tampak lebih luas. Namun, bau asap masih tercium di sejumlah kawasan sehingga masyarakat diimbau tidak menganggap kondisi udara sudah sepenuhnya aman.
Asap yang menyelimuti Palembang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan daerah sekitarnya. Perubahan kondisi cuaca serta pergerakan asap dapat memengaruhi kualitas udara yang dirasakan masyarakat.
Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap kembali menebal atau kualitas udara memburuk. Jika terpaksa beraktivitas di luar, penggunaan masker yang sesuai dianjurkan untuk mengurangi paparan partikel polutan.
Pemantauan kualitas udara melalui aplikasi IQAir juga perlu dilakukan secara berkala, termasuk pada malam hari hingga dini hari dan Minggu pagi (18/10/2026), untuk mengetahui apakah perbaikan kualitas udara bertahan atau kembali memburuk.
Dengan kondisi yang masih berfluktuasi, warga diharapkan tetap mengutamakan kesehatan dan mengikuti informasi kualitas udara terbaru sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
(**)







