Kabut Asap Palembang Masih Berbahaya, AQI Musi 2 Tembus 688 Pukul 06.00 WIB

Writer: - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kabut asap masih mengancam kualitas udara Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (17/10/2026) pagi. Pantauan IQAir pukul 06.00 WIB menunjukkan AQI mencapai 688 di Musi Dua dan 635 di Sukarami, masuk kategori berbahaya. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan polusi udara. (Foto; Sumselupdate.com/Fitria NIngsih)

Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), masih berada pada kategori berbahaya pada Sabtu (17/10/2026) pagi. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah membuat angka indeks kualitas udara atau AQI berdasarkan pantauan IQAir bertahan pada level tinggi, bahkan mencapai 688 di kawasan Musi Dua pada pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan data IQAir, kondisi udara sudah berada pada kategori berbahaya sejak dini hari. Pada pukul 02.00 WIB, angka AQI di Palembang tercatat sekitar 579.

Read More

Di wilayah Sukarami, angka AQI mencapai 589. Sementara itu, kawasan Universitas Sriwijaya di Bukit Palembang mencatat 402, Demang Lebar Daun 342, dan Musi Dua 250 yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi memburuk pada pukul 03.00 WIB, terutama di Sukarami yang mencatat AQI 647. Musi Dua berada di angka 335 dan kawasan Universitas Sriwijaya di Bukit Palembang mencapai 326. Adapun Demang Lebar Daun mencatat angka 294 atau masuk kategori sangat tidak sehat.

Memasuki pukul 06.00 WIB, kualitas udara di sejumlah titik masih mengkhawatirkan meski matahari telah terbit. Musi Dua mencatat angka AQI tertinggi, yakni 688, disusul Sukarami sebesar 635.

Sementara itu, kawasan Bukit Palembang mencatat AQI 412 dan Demang Lebar Daun mencapai 400. Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada kategori berbahaya. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus dapat membantu mengurangi paparan polusi.

Warga juga disarankan mencukupi waktu istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga asupan cairan. Namun, langkah-langkah tersebut tidak menggantikan upaya menghindari paparan udara tercemar.

Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan kualitas udara melalui aplikasi IQAir serta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait. Kondisi udara dapat berubah mengikuti pergerakan asap, arah angin, dan cuaca.

Tingginya angka AQI pada sejumlah titik menjadi peringatan agar masyarakat lebih waspada terhadap dampak kabut asap, khususnya jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts