Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Kategori Sangat Berbahaya

Writer: - Senin, 5 Oktober 2026
Kualitas udara di Kota Palembang, Senin (5/10/2026) malam, kembali memburuk dan masuk kategori berbahaya. Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah. (Foto; Sumselupdate.com/Muhammad Lubis)

Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin (5/10/2026) malam. Kondisi kualitas udara terpantau memburuk berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir.

Sejumlah titik pemantauan menunjukkan kualitas udara berada pada kategori sangat berbahaya. Konsentrasi polutan PM2.5 yang tinggi menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Read More

Berdasarkan pantauan IQAir pada Senin malam, sejumlah wilayah di Palembang dan sekitarnya tercatat memiliki indeks kualitas udara (AQI) yang sangat tinggi.

Wilayah Sukarami tercatat berada pada angka 499, Musi 2 Palembang 963, Demang 497, Universitas Sriwijaya 663, serta GP Plm 533.

Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di sejumlah kawasan Palembang masih sangat buruk di tengah kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang dan kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila paparan polutan berlangsung dalam waktu lama.

Masyarakat yang berada di kawasan dengan kualitas udara buruk diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik yang berat.

Kelompok yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan maupun penyakit jantung, perlu mendapat perhatian lebih.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel polutan.

Kondisi kualitas udara dan konsentrasi PM2.5 dapat berubah sewaktu-waktu, bergantung pada kondisi cuaca, arah angin, serta sumber emisi dan titik karhutla di sekitar Palembang.

Karena itu, masyarakat disarankan terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah, terutama ketika kabut asap kembali terlihat semakin pekat.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts