Pusri Ubah Seragam Bekas Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Kampung Sehati

Writer: - Senin, 7 September 2026
Ibu-Ibu Kampung Sehati Sulap Seragam Bekas Jadi Rupiah (Sumsleupdate.com/ Ist)

Palembang, Sumselpdate.com — PT Pusri Palembang terus berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sebagai salah satu bagian dari Program Kampung Sehati, Pusri menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Menjahit Kampung Sehati dengan tema “Jahit Kreatif, Mandiri Produktif” sebagai upaya mendukung penerapan ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan.

Pelatihan ini diikuti oleh ibu-ibu Kampung Sehati dengan salah satu kegiatan utama berupa pemanfaatan baju seragam bekas menjadi berbagai produk upcycle yang fungsional dan memiliki nilai ekonomi. Baju seragam yang sebelumnya tidak lagi digunakan diolah kembali melalui kreativitas dan keterampilan menjahit menjadi produk baru yang dapat dimanfaatkan serta berpotensi untuk dipasarkan.

Read More

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pusri dalam mengurangi limbah tekstil melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Selain meningkatkan keterampilan menjahit dan kreativitas peserta, pelatihan ini juga mendorong masyarakat untuk melihat barang yang sudah tidak digunakan sebagai potensi yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

VP TJSL Pusri, Rahmawati, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pusri dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi sirkular.

“Melalui Pelatihan Menjahit Kampung Sehati ini, kami ingin mendorong masyarakat, khususnya ibuibu, agar dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas sekaligus melihat peluang ekonomi dari barang-barang yang sebelumnya tidak lagi digunakan. Baju seragam bekas dapat diolah menjadi produk baru yang fungsional dan memiliki nilai jual. Harapannya, keterampilan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Rahmawati.

Lebih lanjut, Rahmawati menambahkan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan penerapan prinsip Creating Shared Value (CSV), di mana program pemberdayaan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan nilai bersama melalui pengembangan potensi ekonomi lokal dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui pelatihan ini, Pusri berharap masyarakat Kampung Sehati dapat semakin mandiri dan produktif dalam mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Produk-produk hasil upcycle juga diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan semangat “Limbah Jadi Berkah, Sampah Jadi Rupiah”, Pusri terus berkomitmen menghadirkan program TJSL yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem ekonomi sirkular melalui kreativitas, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.(rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts