Bekasi, Sumselupdate.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali meraih penghargaan tingkat nasional. Kali ini, Sumsel menyabet Financial Literacy Award (FLA) 2026 kategori Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi dengan Program Literasi Keuangan Terbaik melalui Program 100.000 Sultan Muda Sumatera Selatan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Puncak Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).
Penghargaan diserahkan langsung Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi kepada Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Cik Ujang. Penyerahan tersebut turut disaksikan Duta Literasi Sumatera Selatan sekaligus Anggota DPD RI Dapil Sumsel Ratu Tenny Leriva.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Pemprov Sumsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), industri jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem literasi dan inklusi keuangan.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program 100.000 Sultan Muda sebelumnya melewati tahapan seleksi nasional hingga masuk nominasi kategori Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi dengan Program Literasi Keuangan Terbaik.
Dalam tahapan wawancara dan penjurian pada 28 Juli 2026, Gubernur Sumsel H Herman Deru memaparkan strategi pengembangan literasi dan inklusi keuangan melalui pendekatan kewirausahaan.
Strategi tersebut mengusung semangat “Literasi Keuangan Melahirkan Wirausaha, Wirausaha Menggerakkan Pembangunan Daerah.”
Dalam penilaian FLA 2026, program pemerintah daerah dievaluasi berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari jangkauan wilayah dan frekuensi kegiatan, keberlanjutan, inisiatif, inovasi, kolaborasi, pemenuhan materi edukasi keuangan hingga dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kelima aspek tersebut tercermin dalam Program 100.000 Sultan Muda melalui pemerataan dan keberlanjutan program, kolaborasi multipihak, inovasi program dan infrastruktur pendukung, penguatan literasi yang terhubung dengan inklusi keuangan, serta dampak terhadap pemberdayaan ekonomi dan pengembangan UMKM.
Program 100.000 Sultan Muda tidak hanya memberikan edukasi keuangan. Program ini juga mencakup penguatan kapasitas usaha, pendampingan, digitalisasi, perluasan akses pembiayaan, business matching, inkubasi usaha, hingga fasilitasi akses pasar dan ekspor.
Hingga Juli 2026, program tersebut telah menghimpun 10.951 anggota dan melaksanakan 182 kegiatan yang menjangkau lebih dari 56.600 peserta di Sumatera Selatan.
Program juga terus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM agar semakin bankable, adaptif, produktif, dan memiliki daya saing melalui pendampingan usaha, akses pembiayaan produktif, digitalisasi, business matching, serta fasilitasi pasar dan ekspor komoditas unggulan Sumsel.
Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemprov Sumsel, Kantor OJK Provinsi Sumsel, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Penghargaan ini tentu bukan menjadi titik akhir, melainkan penyemangat bagi kita untuk terus memperkuat kolaborasi, menghadirkan program yang semakin berdampak, dan berbuat lebih baik lagi bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Cik Ujang.
Sementara itu, Duta Literasi Sumsel sekaligus Anggota DPD RI Dapil Sumsel Ratu Tenny Leriva mengatakan peningkatan literasi keuangan harus diarahkan pada perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan secara tepat dan produktif.
“Melalui Program 100.000 Sultan Muda Sumsel, semangat literasi diwujudkan secara nyata dengan mendorong generasi muda menjadi lebih berdaya, mandiri, dan produktif. Semoga penghargaan ini menjadi energi baru untuk terus memperluas manfaat literasi keuangan bagi kesejahteraan masyarakat. Salam literasi, literasi untuk kesejahteraan,” ujar Ratu Tenny.
Kepala OJK Provinsi Sumsel Arifin Susanto mengatakan OJK melalui Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) terus memperkuat perannya sebagai ecosystem enabler.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan agar peningkatan literasi berjalan seiring dengan perluasan inklusi serta pemanfaatan layanan keuangan secara produktif.
Melalui Program 100.000 Sultan Muda, peningkatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Sumsel.
Kontribusi tersebut antara lain melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan wirausaha baru, perluasan lapangan kerja, peningkatan akses pembiayaan produktif, penguatan daya saing UMKM, serta perluasan pasar produk unggulan daerah menuju Sumatera Selatan Maju Terus Untuk Semua.
(**)











