Jiwantara Kanjuruhan 2026: Lomba Nyanyi Nasional Terinspirasi Album Vanya Wijaya, Buka Panggung Talenta Muda ke Dunia

Writer: - Sabtu, 2 Mei 2026
Vanya Wijaya ajak generasi muda ikut lomba nyanyi tingkat nasional Jiwantara Kanjuruhan 2026 Season I. (Dok. Istimewa)

Malang, Sumselupdate.com — Dunia hiburan Tanah Air kembali menghadirkan ajang kompetisi vokal berskala nasional melalui Jiwantara Kanjuruhan 2026 Season I. Kompetisi menyanyi berbasis daring ini mengangkat kekuatan karya lokal ke panggung yang lebih luas dengan inspirasi utama dari album “Bumi Kanjuruhan” milik Vanya Wijaya.

Pendaftaran kompetisi telah dibuka sejak 1 Mei dan akan berlangsung hingga 31 Mei 2026. Peserta dapat mengirimkan video penampilan lagu bebas melalui WhatsApp yang telah disediakan panitia.

Read More

Ajang yang digagas Senada Digital Records bersama GSI Records ini menghadirkan dua kategori usia, yakni 10–15 tahun dan 16–20 tahun. Grand final dijadwalkan berlangsung pada 7 Juni 2026.

Format daring dipilih untuk memperluas jangkauan peserta lintas daerah hingga mancanegara, sekaligus membuka peluang setara bagi talenta muda tanpa batas geografis.

Album “Bumi Kanjuruhan” menjadi pusat inspirasi kompetisi ini, dengan menghadirkan nuansa alam, budaya, dan spiritualitas khas Malang. Vanya Wijaya mengungkapkan bahwa proses penghayatan lagu dilakukan melalui riset visual dan emosional terhadap lanskap Gunung Bromo, Tengger, Semeru, hingga Gunung Kawi.

“Sebelum menyanyi, saya banyak melihat visual dan mencoba merasakan suasana tempat-tempat tersebut agar emosi dalam lagu bisa tersampaikan,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Salah satu lagu dalam album tersebut, “Tanah Tiga Penjaga”, menjadi tantangan tersendiri bagi peserta karena menuntut keseimbangan antara kekuatan vokal dan penghayatan emosi. Sementara lagu “Puisi Sunyi Gunung Kawi” menghadirkan pendekatan yang lebih lembut dan kontemplatif.

Menurut Vanya, kemampuan teknis saja tidak cukup dalam kompetisi ini. Peserta juga dituntut mampu menghadirkan interpretasi yang jujur terhadap makna lagu.

“Yang dicari bukan hanya suara bagus, tetapi bagaimana peserta bisa menyampaikan rasa dan cerita dalam lagu,” jelasnya.

Dari sisi produksi, Denny Wijaya yang bertindak sebagai produser sekaligus penyelenggara menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek artistik dan teknis dalam format digital.

Ia menyebut sistem kurasi dirancang secara ketat untuk menjaga kualitas audio-visual, sekaligus memastikan esensi artistik dari album tetap terasa dalam setiap penampilan peserta.

Sementara itu, Rulli Aryanto sebagai penulis lagu dan produser menegaskan bahwa karya dalam album tersebut lahir dari riset mendalam terhadap sejarah dan budaya Malang Raya.

“Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan penghormatan terhadap alam menjadi inti dari karya yang kami hadirkan,” ujarnya.

Melalui ajang ini, musik tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga medium untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke kancah global. Jiwantara Kanjuruhan 2026 diharapkan mampu melahirkan talenta muda yang tidak hanya unggul secara vokal, tetapi juga mampu menjadi duta budaya Indonesia.

Materi lagu untuk lomba menyanyi Jiwantara Kanjuruhan 2026 tersedia melalui tautan berikut: https://youtube.com/playlist?list=PLJUTfoaqTYqOuZ7_upnvZbNIw5gBO2Z0i&si=YViJjXsn6y_gGEdN

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts