Palembang Cerdas Mulai Jalan, ASN Didorong Kuliah S2, S3 hingga Dokter Spesialis

Writer: - Senin, 15 Desember 2025
Wali Kota Palembang H Ratu Dewa. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Palembang, Sumselupdate.com – Wali Kota Palembang H Ratu Dewa menegaskan komitmennya mewujudkan program Palembang Cerdas dengan mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana, mulai dari S2, S3, hingga dokter spesialis.

Ratu Dewa mengatakan program tersebut sudah mulai berjalan dan ditargetkan dapat diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia ASN dengan sasaran yang jelas di sejumlah sektor strategis.

Read More

“Kali ini kita bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk program dokter spesialis. Targetnya satu puskesmas memiliki satu dokter spesialis. Inilah alasan Pemkot Palembang menjalin kerja sama dengan Unpad, karena jurusan Spesialis Kedokteran Layanan Primer (SP.KKLP) saat ini hanya ada di Unpad,” ujar Ratu Dewa, Senin (15/12/2025).

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang, Yanurpan Yany, mengatakan sesuai arahan wali kota, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditargetkan memiliki satu ASN bergelar doktor atau S3.

Untuk sektor pendidikan, setiap sekolah ditargetkan memiliki minimal satu guru dengan pendidikan S2.

Seluruh biaya pendidikan, mulai dari S2, dokter spesialis hingga S3, akan ditanggung sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang. Pembayaran dilakukan melalui transfer langsung SPP ke rekening universitas agar terukur dan dapat diawasi oleh Inspektorat serta BPKP.

“Ini merupakan pemenuhan janji Pak Wali Kota Palembang saat kampanye, yakni Palembang Cerdas. Alhamdulillah, salah satu janji tersebut kini ditindaklanjuti dan insyaallah pada tahun ajaran baru 2026 sudah berjalan,” kata Yanurpan.

Program ini dirancang agar ASN dapat mengikuti perkuliahan di luar jam dinas, sehingga tidak mengganggu tugas, jabatan, maupun kehidupan keluarga.

Terkait mekanisme seleksi, Yanurpan menjelaskan BKPSDM hanya melakukan seleksi administrasi. Sementara seleksi akademik sepenuhnya menjadi kewenangan universitas masing-masing. ASN dari berbagai OPD akan bersaing dan kuota diberikan kepada pendaftar dengan peringkat tertinggi.

Pada tahap awal, seluruh OPD dan puskesmas sudah dapat mulai menyeleksi calon peserta untuk program dokter spesialis dan doktoral.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Universitas Padjadjaran, Tomy Perdana, mengatakan pada tahap pertama kuota yang disiapkan sebanyak 21 orang untuk program spesialis dokter keluarga dan layanan primer.

“Program spesialis ini saat ini memang hanya ada di Unpad, sehingga kerja sama dilakukan dengan Unpad,” ujarnya.

Menurut Tomy, Unpad telah siap menjalankan program tersebut karena sudah cukup lama mengembangkan spesialisasi di bidang layanan primer.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts