Palembang, Sumselupdate.com – Perdagangan Antarpulau Barang (PAB) memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian nasional. Aktivitas pertukaran barang dan jasa antar wilayah ini juga dalam rangka memenuhi kebutuhan domestik.
Oleh sebab itu, guna meningkatkan PAB, KSOP Klas 1 Palembang mengadakan bimbingan teknis yang melibatkan sektor terkait.
Kegiatan Bimbingan Teknis Bersama Implementasi Tahap 3 PAB, dibuka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Laksamana Pertama TNI Idham Faca, ST., M.Tr. Opsla.
“Perdagangan antar pulau memberikan banyak manfaat, mulai dari pemenuhan kebutuhan masyarakat, perluasan pasar, peningkatan produktivitas, hingga penciptaan lapangan kerja. Selain itu, kegiatan ini juga berperan penting dalam menjembatani kesenjangan ekonomi antar wilayah,” ucapnya.

PAB ini juga sebetulnya telah di atur melalui Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan Permendag nomor 27 Tahun 2024 tentang Perdagangan Antar Pulau Barang.
”Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi regulasi tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut turut memperkuat perannya dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan, dermaga, serta jaringan pelayaran perintis di berbagai daerah,” jelas Kepala KSOP Palembang.
Idham juga menerangkan bahwa, langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan konektivitas laut dan memperlancar arus distribusi barang antar pulau.
Baca juga : Pulau Kemaro: Simbol Cinta, Budaya, dan Toleransi di Tengah Sungai Musi
“Konektivitas laut yang baik akan memperkuat integrasi ekonomi nasional dan memastikan pemerataan distribusi hasil produksi ke seluruh pelosok nusantara,” jelasnya.
Lebih lanjut, KSOP juga terus mendorong integrasi sistem layanan pelabuhan melalui penerapan Inaportnet, sebuah platform digital yang mempermudah pelayanan kapal dan bongkar muat barang secara daring. Sistem ini terintegrasi dengan SSM Pengangkut untuk memastikan sinkronisasi dan keakuratan data muatan antar pulau.
Baca juga : Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hadiri Reses DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
“Dengan adanya integrasi sistem ini, pelaporan muatan menjadi lebih efisien, akurat, dan transparan. KSOP di lapangan berperan memastikan data di sistem sesuai dengan kondisi operasional sebenarnya di pelabuhan,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, pihak KSOP menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta bimbingan teknis yang hadir. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan perdagangan antar pulau yang efektif, efisien, dan transparan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap perdagangan antar pulau dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pelaku usaha maupun masyarakat luas,” tutupnya.











