Ketua DPW PPP Babel Jadi Tersangka, Partai Guncang dan Serukan Penyelesaian Kekeluargaan

Writer: - Jumat, 10 Oktober 2025
Juru bicara DPW PPP Babel, Amri Cahyadi memberika keterangan pers usai rapat konsolidasi, Kamis (10/10/2025). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Pangkalpinang, Sumselupdate.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tengah diterpa badai politik. Ketua DPW PPP Babel, Heliana, resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penipuan pembayaran kamar hotel yang dilaporkan oleh Adelia, salah satu kader sekaligus pengurus partai.

Kasus ini tidak hanya menjadi persoalan hukum pribadi, namun juga mengguncang soliditas internal dan citra PPP Babel di mata publik.

Read More

Menanggapi situasi tersebut, DPW PPP Babel menggelar rapat konsolidasi dan menunjuk Amri Cahyadi sebagai juru bicara resmi partai.

“Mendengar pemberitaan penetapan tersangka terhadap Bu Heliana, walaupun beliau dilaporkan secara pribadi, jabatan sebagai Ketua PPP Babel melekat pada diri beliau. Pastinya kami keluarga besar PPP terkejut, prihatin, sedih, dan sangat terpukul,” ujar Amri Cahyadi, Kamis (10/10/2025).

Amri menjelaskan, persoalan ini berawal dari dugaan hutang piutang antara Heliana dan Adelia dengan nilai sekitar Rp22 juta. Ia mempertanyakan mengapa perkara yang seharusnya bisa diselesaikan secara perdata justru berlanjut ke ranah pidana.

“Apalagi mau mengorbankan citra, nama baik, keluarga, dan jabatannya untuk angka sekecil itu, jika beliau memang betul-betul tahu itu hutang dan menjadi tagihan beliau,” katanya.

Yang menarik, Adelia yang melaporkan kasus ini juga merupakan bagian dari keluarga besar PPP. Ia sebelumnya diajak bergabung oleh Heliana dan difungsikan sebagai administrator kantor partai. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya dinamika politik internal di tubuh PPP Babel.

“Sebagai satu keluarga besar PPP, tentu kami tidak ingin pihak luar atau kompetitor politik bertepuk tangan menyambut persoalan internal kami,” tegas Amri.

PPP Babel berharap pihak kepolisian dapat bersikap arif dan memberikan ruang penyelesaian secara persuasif serta kekeluargaan.

“Kami mengharapkan Polda untuk menghentikan proses hukum ini dan memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk berdamai dan saling memaafkan,” ujar Amri.

Ia juga menyinggung asas praduga tak bersalah serta prinsip hukum yang cepat dan berbiaya murah. Menurutnya, nilai kerugian dalam kasus ini terlalu kecil dibandingkan biaya dan energi negara yang akan terserap dalam proses hukum panjang.

Sebagai bentuk solidaritas, PPP Babel menyatakan siap membantu Heliana untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara internal.

“Dengan semangat solidaritas, kami keluarga besar PPP akan urunan membantu biaya tersebut. Kami juga sudah menginstruksikan infaq solidaritas wajib bagi kader PPP yang menjadi anggota legislatif, baik di provinsi maupun kabupaten/kota,” ungkap Amri.

PPP Babel menegaskan pentingnya menjaga marwah dan martabat partai di tengah ujian ini.

“Mari kita jadikan ini sebagai introspeksi agar ke depan tidak terulang. PPP Babel harus tetap menjaga kehormatan dan terus berkhidmat bagi umat serta masyarakat Babel,” tutup Amri.

Dalam waktu dekat, DPW PPP Babel berencana menyurati dan beraudiensi dengan Polda Babel untuk menyampaikan aspirasi serta harapan agar kasus ini dapat diselesaikan secara damai.

Kasus ini menjadi ujian berat bagi PPP Babel. Di satu sisi, mereka harus menghormati proses hukum yang berjalan. Di sisi lain, soliditas dan marwah partai harus tetap terjaga.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts