Anggota Komisi VI DPR Kritik Petinggi Pertamina Tidak Bahas Soal Dugaan Oplosan 

Writer: - Kamis, 13 Maret 2025
Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI-P Mufti Anam. Foto; Sumselupdate.com/Humas DPR RI.

Jakarta, Sumselupdate.com – Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI-P Mufti Anam mengkritik para petinggi PT Pertamina yang tidak membahas soal kasus bensin Pertamax oplosan dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri beserta holding-nya dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/3/2025).

Padahal,  mereka sudah menunggu rapat tersebut digelar selama berminggu-minggu. “RDP kali ini, jujur saja, Pak, kami sedikit kecewa. Kami tunggu-tunggu dari tadi paparan soal ter-update Pertamax oplosan, tapi tidak ada sebait kata pun yang menjelaskan di kesempatan ini,” ujar Mufti.

Read More

Menurut Mufti, rakyat sedang marah besar terhadap Pertamina di bulan suci Ramadhan ini. Masyarakat merasa ditipu  Pertamina selama bertahun-tahun.

“Innalilahi wa innailaihi rajiun, Pak, di tengah bulan suci Ramadhan, hari ini seluruh rakyat marah, Pak. Marah besar. Bahkan, kami punya saudara, setiap hari setiap ketemu kami selalu mengungkapkan kemarahannya. Mereka kecewa begitu mendalam terhadap Pertamina karena mereka merasa tertipu bertahun-tahun,” kata Mufti.

Dia lantas mengenang pada Desember 2024  di mana DPR sudah mempertanyakan kualitas BBM Pertamina. Dia mengatakan, apa yang DPR khawatirkan saat itu ternyata menjadi bom waktu saat ini.

“Maka harapan kami, korupsi yang sudah ditangani Kejaksaan, yaitu Pertamax oplosan, yang katanya sudah merugikan negara lebih dari Rp 1.000 triliun ini, dan bahkan kemarin ter-update ditemukan kontrak oplosan antara Pertamina dengan pihak swasta, yang sudah berjalan sejak 2017. Saya berharap ada penjelasan di akhir sesi,” harap dia.

Jika benar sampai ada kontrak oplosan pun, lanjut dia, ini adalah orkestrasi kejahatan totalitas yang masif dan terstruktur  dilakukan  Pertamina. Sebab, selain membuat negara merugi, Pertamina juga menyakiti dan mengkhianati masyarakat.

“Bahkan, tadi malam, Pak Simon, ketika kami mau tidur, kami mendengar satu berita yang di-share kawan kami di grup Komisi VI, menangis hati kami, Pak. Sampean tahu di grup itu apa, Pak? Pernyataan dari Kejagung mereka menemukan grup WA yang judul grupnya adalah ‘Orang-Orang Senang’. Nauzubilah. Jadi, ternyata mereka melakukan selama ini dengan kesadaran, Pak, dengan menari-nari di atas penderitaan rakyat, merampok, bukan hanya dari negara, tapi juga dari rakyat kami,” tegas Mufti.

 

 

 

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts