Wakil Ketua BKSAP DPR Sebut Hubungan Indonesia-Swedia Terjalin Erat Sejak Lama

Writer: - Rabu, 24 Juli 2024
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana menyambut hangat kedatangan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert yang melakukan kunjungan kehormatan ke DPR RI.

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana menyambut hangat kedatangan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert yang melakukan kunjungan kehormatan ke DPR RI. Pertemuan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Swedia telah terjalin dengan erat sejak lama. Pada tahun 2025 mendatang, kedua negara akan merayakan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik yang dikenal dengan istilah diamond jubilee.

Read More

Pertemuan ini juga menjadi momen penting untuk membahas kerja sama dalam bidang lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Menurut Putu, baru-baru ini ia berdiskusi dengan Penasehat Teknis Utama UN Water (Inter-Agensi PBB di sektor air), Federico Properzi, mengenai langkah-langkah untuk menindaklanjuti hasil Forum Air Dunia ke-10 dan pertemuan parlemen yang berlangsung Mei lalu.

Disebutkan Institut Air Internasional Stockholm (SIWI) bisa menjadi mitra potensial dalam upaya ini. “Saya berharap dapat melihat lebih banyak kolaborasi antara Indonesia dan Swedia dalam isu-isu terkait air dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Putu Supadma di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/7/2024).

Dikatakan, Swedia dan Indonesia telah menjalin berbagai kerja sama dalam pembangunan berkelanjutan, termasuk melalui Pekan Kemitraan Berkelanjutan Swedia-Indonesia (SISP) dan penandatanganan MoU tentang transportasi berkelanjutan pada  Desember lalu.

Selain itu, kedua negara juga sedang mengeksplorasi kerjasama dalam layanan kesehatan berkelanjutan melalui platform ‘SISP Healthcare’.

Dalam hal ekonomi, Swedia merupakan investor terbesar di Indonesia di antara negara-negara Nordik lainnya. Neraca perdagangan antara kedua negara mengalami peningkatan, dari US$ 873 juta pada tahun 2022 menjadi lebih dari US$ 1 miliar pada tahun 2023.

Namun, Indonesia masih mencatatkan defisit perdagangan  US$ 530 juta, dengan ekspor mencapai US$ 284 juta dan impor sebesar US$ 815 juta.

Dia berharap neraca perdagangan ini dapat mencerminkan potensi besar yang belum tergarap antara kedua negara. “Kita harus terus menggali peluang-peluang baru dalam perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan,” tambahnya.

Indonesia dan Swedia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum.

Dalam konteks internasional, Indonesia menyambut baik Opini Penasihat dari Mahkamah Internasional (ICJ) yang menyatakan  keberadaan Israel di Wilayah Pendudukan Palestina adalah ilegal.

“Diharapkan opini ini dapat menjadi langkah awal menuju resolusi damai di Timur Tengah,” kata Putu.

Supadma berharap agar Swedia dapat memainkan perancangan proaktif  mempromosikan hukum internasional terkait situasi di Palestina

Di sisi hubungan antar-parlemen, Indonesia dan Swedia telah membentuk kelompok persahabatan parlementer.

“Kami berharap kunjungan bilateral antara kedua parlemen dapat terus ditingkatkan, dan semoga Dubes Blockert dapat memfasilitasi kunjungan kami ke Riksdag untuk diskusi lebih lanjut,” ujar Putu Supadma Rudana.

Pertemuan ini menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Swedia, serta memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis.

Untuk merayakan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, yang dikenal dengan istilah diamond jubilee. Swedia berencana mengadakan kompetisi batik antara desainer Indonesia dan Swedia, yang diharapkan dapat mempererat hubungan budaya antara kedua negara. (**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts