Ketua DPD RI Dukung BUMD PJL Jadi Pusat Pengolahan Limbah B3 

Rabu, 8 Maret 2023
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat mengunjungi BUMD PT. Pratama Jatim Lestari (PJL) yang ditunjuk menjadi Pusat Pengolahan Limbah B3 terbesar dan terbaik di Jawa Timur (Jatim). 

Mojokerto, sumselupdate. com – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung BUMD PT Pratama Jatim Lestari (PJL) menjadi Pusat Pengolahan Limbah B3 terbesar dan terbaik di Jawa Timur (Jatim).

Dukungan tersebut disampaikan  LaNyalla saat mengunjungi PT Pratama Jatim Lestari  di Mojokerto, Jatim, Selasa (7/3/2023).

Read More

Direktur Utama PT PJL Haries mengatakan, PT PJL adalah perusahaan yang berdiri sejak  2019 menyediakan layanan pengumpulan, daur ulang, pengolahan dan pembuangan untuk limbah berbahaya dan limbah tidak berbahaya.

One Package Service merupakan unique selling kami, meliputi kerja sama dengan jasa pengangkutan (transporter), jasa pengumpul, jasa pengolahan dan jasa pemanfaat limbah,” tuturnya.

Dikatakan, misi PT PJL antara lain menciptakan area pemanfaatan yang luas dan sesuai untuk pengelolaan limbah, menambah fasilitas pengolahan dengan kualitas terbaik, memberdayakan SDM masyarakat sekitar untuk meningkatkan kesejahteraan publik.

“Kemudian mengumpulkan setiap ahli di bidangnya untuk mengoperasikan PPSLB3 Dawar Blandong,” katanya.

Hingga saat ini lanjut dia,  banyak customer bekerjasama dalam pengelolaan limbah industri. Hubungan pihak customer dengan PT Pratama Jatim Lestari dalam pengelolaan limbah B3 mengarah kepada konsep 3R (Reuse, Recycle & Recovery), serta sesuai dengan sistem cradle to grave.

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan mendukung PT PJL menjadi pusat pengolahan limbah B3.

“Jangan pernah anggap sepele masalah limbah. Dampak yang dapat ditimbulkan sangat luar biasa. Bisa merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat secara luas. Oleh sebab itu, saya mendukung PT PJL menjadi pusat pengolahan limbah B3 terbesar dan terbaik di Jawa Timur,” katanya.

LaNyalla menambahkan, Jatim  provinsi besar di Indonesia. Dengan status tersebut, Jatim  membutuhkan pusat pengolahan sampah berbahaya agar lingkungan  terjaga.

Seperti diketahui, semakin hari, krisis lingkungan di bumi semakin mengkhawatirkan. Sebab situs resmi United Nations Environment Programme (UNEP), yang merupakan organisasi PBB di bidang lingkungan hidup, disebutkan sekitar 7 miliar dari 9,2 miliar ton plastik yang dihasilkan dari tahun 1950-2017 menjadi limbah plastik.

UNEP juga mengatakan setiap menit setara dengan satu truk sampah plastik dibuang ke laut kita.

Limbah organik juga tak kalah mengkhawatirkan dengan limbah plastik. Data dari UNEP melaporkan bahwa 931 juta ton atau sekitar 17% dari makanan yang tersedia pada tahun 2019 terbuang begitu saja ke tempat pembuangan sampah, pengecer, restoran, dan sebagainya. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts