Sultan Usulkan Skema Tukar Tambah Mobil Konvensional dengan Mobil Listrik

Sabtu, 25 Februari 2023

Jakarta, sumselupdate.com – Pemerintah melalui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, insentif pembelian kendaraan listrik akan diterapkan mulai 2023, yakni Rp 80 juta untuk pembelian mobil listrik, Rp 8 juta motor listrik, Rp 40 juta mobil hybrid, dan Rp 5 juta sepeda motor listrik konversi.

Menanggapi hal tersebut Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan B Najamudin kembali mempertimbangkan wacana kebijakan subsidi yang bersumber dari APBN tersebut dan mengusulkan kepada Pemerintah untuk menerapkan skema tukar tambah mobil konvensional dengan mobil listrik.

“Pada prinsipnya kami menghargai upaya Pemerintah dalam upaya transisi energi dan pengendalian atas pemanasan global. Namun penggunaan APBN untuk subsidi kendaraan listrik belum tepat di tengah gonjang-ganjing ekonomi global saat ini,” ujar Sultan di Jakarta, Sabtu (25/02).

Menurut Sultan, ledakan jumlah kendaraan bermotor di kota besar menyebabkan peningkatan kemacetan lalu lintas. Data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kendaraan bermotor di Jakarta konsisten bertambah tiap tahun. Pada 2021 jumlah kendaraan di Jakarta sudah mencapai sekitar 21,75 juta unit, tumbuh 7,6% dari tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

“Itu artinya kebijakan subsidi tidak perlu membebani daya tahan fiskal dan memungkinkan sirkulasi atau distribusi kendaraan dari kota padat penduduk ke daerah yang membutuhkan lebih banyak kendaraan bermotor. Beban APBN dan beban jalan di kawasan perkotaan harus menjadi bahan pertimbangan utama pemerintah dalam wacana kebijakan ini,” tegas mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu.

Sultan mengusulkan agar diterapkan skema tukar tambah mobil konvensional dengan mobil listrik. Pemerintah bersama mitra pelaku industri otomotif perlu menyusun aturan dan pola konversi dan distribusi kendaraan ini.

“Saat ini jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 152,51 juta unit, dan hampir 60 persen kendaraan tersebut berada di Pulau Jawa. Kita ingin sebaran dan kepemilikan kendaraan ini bisa diakses semua kalangan khususnya di daerah dengan harga terjangkau, sehingga terjadi peningkatan geliat ekonomi dan pemanfaatan atas infrastruktur jalan dan jembatan yang sudah dibangun pemerintah selama ini,” tuturnya.

Dikatakan, skema tukar tambah kendaraan listrik juga sudah diterapkan negara tetangga seperti Thailand. Tidak salah kita mengadopsi strategi ini dalam rangka mendorong percepatan transisi energi di sektor transportasi. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts