Laporan: Endang Saputra
Muaraenim, Sumselupdate.com – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H Riswandar pimpin Rapat Pembahasan dan Penetapan Lokus (lokasi fokus) Prioritas Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Muaraenim, Rabu pagi (25/05/2022), di Ruang Rapat Pangripta Nusantara, Kantor Bappeda Muaraenim.
Dihadapan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Muaraenim, Asisten menegaskan agar kasus-kasus stunting dapat ditangani dengan serius, kerja keras, dan kerja cerdas dalam balutan sinergitas antar semua pemangku kepentingan seperti diantaranya Perusahaan dan Prodi D3 Kebidanan Kabupaten Muaraenim Poltekkes Kemenkes Palembang.
Itu penting, mengingat di Kabupaten Muaraenim sendiri untuk 2023, telah disepakati bersama bahwa lokus prioritas intervensi penanganan dan pencegahan stunting.
“Lokus prioritas intervensi penanganan dan pencegahan stunting adalah 28 desa yang terdapat di 8 kecamatan lingkup Kabupaten Muaraenim selain dari target penurunan angka prevalensi anak kerdil (stunting) sesuai dengan sasaran/target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 adalah sebesar 14 persen pada akhir tahun 2024,” ungkap Riswandar dalam kesempatan itu.
Kemudian, Riswandar menegaskan agar masalah stunting ini untuk ditangani secara serius.
“Jadi, masalah stunting ini harus ditangani dengan serius dalam balutan sinergitas antar semua pihak yang terlibat, karena kita Pemkab Muaraenim ingin walaupun stunting di Kabupaten Muaraenim belum bisa Zero Case atau nol kasus, minimal ada hasil perubahan ataupun penurunan data kasus stunting kedepan, artinya apa yang kita kerjakan membuahkan hasil yang diharapkan,” pungkasnya.
Tampak, hadir dalam rapat tersebut diantaranya Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas PPPA, Dinas PPKB, Dinas PMD, Disperkim temasuk juga Diskominfo Muaraenim. (**)











