HNW: Kita Mewarisi Ideologi yang Menyatukan, Pancasila Sudah Final Tidak Boleh Diganti

Senin, 12 April 2021
Sosialisasi Empat Pilar, kerja sama MPR dengan Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Sulawesi Barat, yang berlangsung di Wisma Mala'bi, Mamuju, Sulawesi Barat.

Mamuju, Sumselupdate.com – Berbagai kalangan ikut   menyampaikan duka dan keprihatinan terhadap gempa bumi di Sulawesi Barat beberapa hari lalu. Tak sedikit  kelompok masyarakat menyalurkan bantuan, untuk meringankan penderitaan korban.

“Jalan terbaik setelah terkena musibah adalah bersabar. Bersabar bukan berarti pasrah semata. Tapi menerima kejadian itu, tidak saling menyalahkan. Kemudian mengatasi bersama-sama. Semoga pemerintah  memenuhi janji membantu meringankan beban korban,” kata Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid di Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (11/4/2021).

Read More

Menurut HNW secara daring pada Sosialisasi Empat Pilar, kerja sama MPR dengan Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Sulawesi Barat, yang berlangsung di Wisma Mala’bi, Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (11/4/2021), dalam hidup berbangsa dan bernegara, setiap warga negara harus saling membantu dan mengingatkan. Terutama, ketika ada orang lain melakukan kesalahan, dan menabrak aturan atau kesepakatan bersama. Itulah  dilakukan Fraksi PKS   DPR RI, ketika pemerintah bersama koalisinya membahas RUU Haluan ideologi Pancasila (HIP).

“Pancasila yang disepakati sejak 18 Agustus 1945 sudah final, tidak boleh diganti. Karena itu, ketika ada pihak-pihak yang hendak mengubah semua itu, kita ingatkan, agar mereka tidak melanggar kesepakatan lahirnya Pancasila yang dulu pernah diambil pendiri bangsa,” kata Hidayat.

Dikatakan, bangsa Indonesia mewarisi  sikap mulia dari nenek moyang. Seperti, menyederhanakan persoalan, rasa kekeluargaan, gotong royong dan tolong menolong. Selain juga diwarisi ideologi yang membuat seluruh warga saling bersatu dan tak mudah terpecah belah. Ini dibuktikan dengan persatuan dan kesatuan  terus terjaga, padahal potensi perpecahan yang dimiliki Indonesia sangat besar.

Bahkan, Indonesia memiliki keberagaman suku, bangsa, dan agama yang sangat beragam, dan itu menyebabkan ancaman perpecahan semakin besar.

“Saat pendiri bangsa meninggal, kita tetap bersatu. Demikian pula ketika reformasi bergulir, dan pengamat bilang Indonesia bakal terpecah belah, nyatanya kekhawatiran tersebut tidak menjadi kenyataan. Di belahan negara lain, yaitu di Yugoslavia, negara itu terpecah belah setelah pendirinya Josip Bros Tito mangkat. Suku-suku bangsa negara itu saling memisahkan diri, satu dengan lain berdiri sebagai negara sendiri. Padahal suku bangsa dan agama di sana tidak sebanyak Indonesia,” tutur Hidayat.

Ditambahkan, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, penting agar  bangsa Indonesia semakin mengenal diri sendiri. Mengenal dasar dan Ideologi Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi negara,  bentuk Negara NKRI dan semboyan negara Bhineka Tunggal Ika. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts