Hari Pertama Sekolah, 34 Siswa SLB Negeri PALI Antusias Ikuti Kegiatan Belajar

Senin, 15 Juli 2019
Plt Kepala SLBN PALI Fadri memantau kegiatan belajar mengajar.

PALI, Sumselupdate.com – Pada hari pertama sekolah, sedikitnya 34 siswa di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kabupaten PALI mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dari 34 siswa tersebut, terbagi menjadi 2 kelas atau kelompok, yaitu 13 orang pada mengikuti kelas autisme dan mental, serta 21 siswa mengikuti kelas tuna rungu.

Kendati demikian, sekolah yang terletak di Talang Kerangan, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI itu masih mengalami keterbatasan dalam sarana dan prasarana.

Read More

Seperti yang diungkapkan Plt Kepala SLBN PALI Fadri, S.Pd MSi saat dijumpai sejumlah media, Senin (15/7/219) ketika kegiatan belajar mengajar baru akan dimulai.

“Sejauh ini, tenaga pengajar kita baru berjumlah 10 orang, yang mana enam guru kelas dan empat guru mata pelajaran. Sementara untuk guru yang berlatarbelakang pendidikan psikologi, kami baru memiliki dua orang guru. Selebihnya, pendidikan berlatarbelakang pendidikan umum,” ungkapnya.

Untuk proses belajar mengajar, dirinya mengakui tidak jauh berbeda dengan sekolah pada umumnya. “Jam pelajaran kita dimulai dari pagi sampai siang. Dari hari Senin sampai Jumat. Untuk mata pelajarannya pun hampir sama dengan sekolah umumnya, hanya saja proses dan pola pembelajaran yang kita sesuaikan dengan kebutuhan siswa masing-masing,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengaku berusaha membuat proses belajar mengajar untuk selalu dinikmati oleh peserta didik. “Kita buat suasana nyaman untuk belajar. Untuk tahun ajaran ini, kita masih menerima siswa yang umurnya sudah 24  tahun. Meski pada aturannya usia maksimal ikut sekolah ini yaitu 18 tahun. Tapi, mungkin karena SLB ini juga baru didirikan di PALI, jadi tetap kita terima,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Royana (28) warga Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi, mengaku sangat bersyukur adanya SLB di kabupaten PALI.

“Alhamdulillah sangat senang sekali ada SLB ini, karena Sekolah ini merupakan doa dan impian kami sebagai orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, apa lagi anak saya bisa ikut jadi peserta didik yang pertama kali di sekolah ini. Kami sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah daerah yang telah mendirikan SLBN di Kabupaten PALI,” ujar Royana yang penuh senyum haru. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts