Palembang, Sumselupdate.com – Operasional Light Rail Transit (LRT) Sumsel di Kota Palembang terbilang memakan banyak dana. Bahkan, tak tanggung-tanggung biaya listrik yang dikucurkan per bulannya mencapai Rp7 miliar.
Manajer Komunikasi PLN Area Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Bakri menuturkan, bahwa untuk anggaran operasional LRT tiap bulannya cukup besar.
Sebab, dikatakan dia, Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia (RI) sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Pemprov Sumsel terkait biaya operasional, seperti rekening listrik. “Rekening listrik LRT di bulan Januari 2019 senilai Rp7.367.942.790,” singkat Bakri, Selasa (29/1/2019).
Ia menyampaikan, LRT Sumsel juga disuplai dari sembilan Gardu Induk (GI), GI Kenten, GI Gandus, GI Jakabaring, GI S Kedukan, GI Talang Kelapa, GI Talang Ratu, GI Bukit Siguntang, GI Boom Baru dan GI Bunggaran.
Dia menjelaskan, arus listrik kereta berbeda dengan yang ada di stasiun, apabila listrik padam tak mengganggu operasional LRT di Kota Palembang. “Ya, sumbernya sama bedanya untuk suplai kereta LRT pelanggan tegangan menengah (20kV) sedangkan stasiun pelanggan tegangan rendah (220V/380V),” tutupnya. (pra)











