Pelajar SMP di Muba Dapat Training Vlog oleh School Development Outrech

Selasa, 20 November 2018

Sekayu, Sumselupdate.com – Revolusi industri 4.0 ditandai dengan kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.

Menurut Bupati Muba Dodi Reza Alex, untuk kemajuan sebuah bangsa tentu harus melakukan perubahan di berbagai bidang. Salah satunya adalah bidang pendidikan, mengingat saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi era revolusi industri 4.0 dan persaingan semakin ketat.

“Salah satu perubahan itu bisa terbentuk dan dapat kita lakukan tentunya dengan perbaikan sumber daya manusia,” ujar Dodi saat diwawancara media ini, Selasa (20/11/2018).

Dodi Menambahkan, bahwa menghadapi revolusi industri 4.0 tentu bukan hal mudah. Sederet hal perlu dipersiapkan, misalnya dengan merubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada saat ini.

“SDM kita yang di Musi Banyuasin yang kita mulai terapkan adalah kita harus merubah tiga hal dari sisi edukasi, yang paling prinsip yakni mengubah sifat dan pola pikir anak-anak didik berdasarkan tuntutan zaman sekarang,” ucapnya.

“Kemudian sekolah-sekolah harus bisa mengasah dan mengembangkan bakat anak didik dan selanjunya institusi pendidikan tinggi harusnya mampu mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman sekarang dan ke depan,” kata Dodi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayan Kabupaten Muba Drs Musni Wijaya menjelaskan, saat ini perlu melakukan peningkatan sumber daya manusia sejak usia dini.

“Kita bekerja sama dengan Sampoerna Foundation menggandeng School Development Outrech, mengadakan pelatihan, salah satunya video blogging di Sekayu pada 19-24 November,” ujarnya.

“Mengingat, komitmen Bupati Muba Dodi Reza Alex sangat ingin SDM Muba sejak dini mampu bersaing dan pelatihan ini kami harapkan peserta didik bisa mengikuti perkembangan teknologi dan informasi supaya bisa maju lebih cepat dan siap menghadapi revolusi industri 4.0,” ungkap Musni Wijaya.

Sementara itu, speaker training vlog dari PSF Development Outreach Faris Budiman Annas menjelaskan bahwa telah terbukti dengan capaian prestasi peserta didik di Bumi Serasan Sekate pada November 2017 lalu.

Pelajar asal Muba menjuarai vlog Internasional di Jakarta yang diraih Salsabila dari SDN 1 Babat Toman, Gandes Ken Candra SDN 1 Babat Toman dan Bindu Rahmat Horas Arusan SMPN 1 Sungai lilin.

“Kami sangat tertarik dengan peserta didik di Muba ini untuk lebih memperdalam lagi memberikan training vlog karena sudah pernah menjuarai Vlog Internasional,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk training vlog kali ini di Musi Banyuasin diberikan untuk peserta didik jenjang SMP yakni diantaranya SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 6. “Training Vlog ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas para siswa dengan mengintegrasikan TIK sebagai media pembelajaran,” jelasnya.

Disamping itu, lanjutnya, dengan menguasai materi training vlog nantinya peserta didik di Muba juga turut andil untuk memperkenalkan keanekaragaman yang ada di Muba lewat vlog yang mereka buat.

“Training vlog ini diharapkan peserta didik di Muba nantinya akan menguasai materi dasar dan dapat mengimplementasikan materi dengan baik,” harapnya. (est)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts