Karangasem, Sumselupdate.com – Setelah berhari-hari Gunung Agung ditutupi awan mendung, Minggu 24 September sekitar pukul 06.00 Wita, Gunung Agung menampakkan dirinya.
Di balik indahnya panorama Gunung Agung, ternyata dalam kurun waktu 12 jam, gunung tertinggi di Bali itu telah memproduksi 17 kali gempa tektonik dan ratusan gempa vulkanik.
Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi didapat pada periode 18.00 WIB hingga pukul 24.00 Wita, Jumat 24 September, gunung setinggi 3142 MBPL itu memproduksi gempa vulkanik dangkal 109 kali, gempa vulkanik dalam sebanyak 139 kali sedangkan tektoniknya sebanyak empat kali.
Kemudian pada Sabtu 24 September dini hari hingga pukul 06.00 Wita, Gunung Agung memproduksi gempa vulkanik dalam sebanyak 178 kali, untuk gempa vulkanik dangkalnya sebanyak 109 kali dan produksi tektoniknya meningkat tajam sebanyak 13 kali.
Secara visual pagi ini Gunung tampak berkabut namun cerah, asap putih tebal setinggi 200 meter tampak dini hari. Terekam satu kali gempa terasa dengan skala III hingga IV MMI di pos pengamatan.
Dengan adanya laporan ini PVMBG merekomendasi kepada masyarakat wisatawan maupun pendaki untuk tidak berada melakukan aktivitas di sekitar Gunung Agung dalam radius 9-12 Km.
“Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 9 km dari Kawah Puncak G,” simpul Kepala PVMBG Kementerian ESDM Kasbani, seperti dikutip dari metrotvnews.com. (pto)











