Kunshan, Sumselupdate.com – Denmark menjadi lawan Indonesia di final Piala Thomas 2016. Di babak empat besar, Denmark menundukkan finalis dua tahun lalu, Malaysia, dengan kedudukan 3-2.
Pada pertandingan yang berlangsung di Kunshan Sport Center Stadium, Kunshan, Jumat (20/5), Denmark tertinggal lebih dulu. Tunggal pertama dan ganda pertama mereka menelan kekalahan, membuat Malaysia unggul 2-0.
Viktor Axelsen, yang turun sebagai tunggal pertama Denmark, kalah 21-23 dan 18-21 dari Lee Chong Wei. Sementara itu, pasangan Mathias Boe/Mads Conrad-Petersen kalah 18-21 dan 18-21 dari Goh V Shem/Tan Wee Kiong.
Namun, Denmark bangkit di tiga pertandingan berikutnya.
Kebangkitan Denmark dimulai dari kemenangan tunggal kedua mereka, Hans-Kristian Vittinghus, yang menang 21-18 dan 21-18 atas Iskandar Zulkarnain Zainuddin. Denmark tidak hanya mendapatkan perpanjangan napas, tetapi juga kepercayaan diri.
Ganda kedua, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, menang tiga gim 10-21, 21-8, dan 21-13 atas Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.
Kemenangan Denmark kemudian ditentukan oleh Emil Holst. Tunggal ketiga Denmark itu tampil kokoh sehingga amat sulit untuk ditaklukkan oleh tunggal ketiga Malaysia, Chong Wei Feng. Holst menang 21-15 dan 21-18.
Final akan dihelat pada hari Minggu, 22 Mei 2016. Terakhir kali Indonesia bertemu Denmark adalah pada Piala Thomas 1996. Kala itu, Indonesia keluar sebagai pemenang.
Indonesia sendiri mengaku siap menghadapi siapa pun, entah itu Denmark ataupun Malaysia. ‘Merah-Putih’ melaju ke final setelah mengalahkan Korea Selatan 3-1.
“Siapapun yang akan tampil di final, memang layak ke final. Jadi siapapun lawan, kami siap untuk menghadapi mereka,” kata Manajer Tim Thomas dan Uber Indonesia, Rexy Mainaky seperti dilansir detikcom.
Sejarah Terulang
Bagi Indonesia, inilah kali ke-19 mereka akan tampil di partai puncak Piala Thomas, sejak pertama kali digelar di tahun 1949. Meskipun hingga kini masih memegang rekor sebagai tim yang paling sering masuk final (dan juara), tapi pasukan “Merah Putih” tak pernah mengangkat piala ini lagi sejak 2002.
Setelah itu Indonesia hanya satu kali menembus final, di edisi 2010, tapi ditekuk China 0-3.
Adapun Denmark, tim Eropa terkuat di cabang bulutangkis ini pernah delapan kali lolos ke final, di tahun 1949, 1955, 1964, 1973, 1979, 1996, 2004, dan 2006, tapi tak pernah memenanginya, termasuk saat empat kali menghadapi Indonesia.
Duel pertama Indonesia-Denmark di final terjadi di Tokyo, Jepang, pada tahun 1964. Kala itu Indonesia menang dengan skor akhir 5-4. [Dari 1949 sampai 1982, final Piala Thomas memainkan sembilan partai]
Di tahun 1973, di Jakarta, kedua negara kembali bertarung di babak puncak, dan tuan rumah kembali menang dengan skor akhir 8-1.
Enam tahun kemudian, juga di Jakarta, Indonesia kembali menundukkan Denmark di final, kali itu dengan skor telak 9-0.
Pertemuan terakhir Indonesia-Denmark di final terjadi di tahun 1996 di Hong Kong. Dengan skuat Joko Supriyanto, Ricky Subagja/Rexy Mainaky, Hariyanto Arbi, Bambang Supranto/Rudy Gunawan, dan Alan Budi Kusuma, Indonesia menang 5-0.
Bagaimana untuk duel mereka tahun ini? Jawabannya akan diketahui pada hari Minggu (22/5) mulai pukul 12.00 WIB. (dtk)











