Palembang, Sumselupdate.com – Dalam rangka penilaian terkait akreditasi program studi, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melakukan visitasi akreditasi Program Studi (Prodi) Politik Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fattah, di Palembang, Sabtu (15/4/2017).
Dalam kegiatan yang digelar di Aula Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Raden Fattah tersebut, pihak BAN-PT mengutus dua orang asesor, yakni Prof. Dr. Sri Zul Chairiyah, MA dan Dr. Dudy Heryadi, M.Si.
“Dalam kegiatan visitasi ini kami melakukan verifikasi terhadap sejumlah hal terkait keberadaan Prodi Studi Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fattah dengan mengacu pada standar nasional perguruan tinggi yang telah ditetapkan, untuk dijadikan dasar dalam penentuan akreditasi program studi ini,” ujar Zul Chairiyah.
Menurutnya, proses akreditasi merupakan hal yang penting dalam rangka menjamin mutu pendidikan tinggi, termasuk mutu lulusannya nanti. Karena itu, lanjutnya, sedari awal visi program studi Politik Islam mesti jelas mengingat visi yang baik akan berdampak pada bagaimana pengelolaan dan perjalanan program studi ini ke depan.
“Dengan visi dan pengelolaan yang baik tersebut, kita ingin lulusan Program Studi Politik Islam ini bermutu dan dapat diterima dalam dunia kerja di tengah masyarakat. Terlebih bicara dunia politik, idealnya lulusan Prodi Politik Islam ini nantinya bisa turut mewarnai dinamika politik di Indonesia yang menjunjung tinggi karakter dan moralitas,” tambah Zul Chairiyah di sela pembukaan acara visitasi yang dihadiri unsur Dekan, Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM), Dosen, mahasiswa, KPUD, Bawaslu dan partai politik.
Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Nor Huda Ali, M.Ag.,M.A. mengatakan, pihaknya berterima kasih atas visitasi yang dilakukan BAN-PT. Visitasi ini diharapkan dapat mempercepat proses akreditasi yang selama ini sangat dinanti untuk memperkuat eksistensi dan kualitas program studi yang masih relative baru di fakultas yang dipimpinnya.
“Kita menyambut baik visitasi BAN-PT ini. Semoga visitasi tersebut akan berdampak positif terhadap akreditasi Program Studi Islam yang baru berdiri pada tahun 2015 lalu ini, mengingat sejauh ini status akreditasi program studi ini memang masih dalam proses pengajuan”, ujar Nor Huda.
Sementara itu, Ketua Program Studi Islam Dr. Mohammad Syawaludin mengatakan, program studi yang dipimpinnya menetapkan visi, “Pusat Kajian Politik Islam Unggulan di Indonesia 2030”. Dia pun berkeyakinan, meski belum menghasilkan lulusan karena masih baru berdiri, lulusannya kelak akan mampu berkecimpung di berbagai bidang kerja.
“Menurut analisis dari kompetensi yang kita bentuk melalui perkuliahan, lulusan program studi Politik Islam akan mampu terjun di berbagai bidang kerja. Selain PNS, lulusan juga dapat terjun sebagai praktisi politik, analis dan peniliti politik Islam, konsultan politik, penyelenggara Pemilu, trainer, jurnalis ataupun entrepreneur,” tandasnya. (shn)











