28 April, Tilang Kendaraan Elektronik Diberlakukan di Palembang

Kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang sudah dipasang di salah satu ruas jalan di Kota Palembang dan mulai berlaku pada 28 April 2021 mendatang.

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik kendaraan mulai diberlakukan di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada 28 April 2021 mendatang.

Bacaan Lainnya

Pemberlakuan tilang elektronik kendaraan mulai diberlakukan menyusul Provinsi Sumsel masuk jadwal kedua launching ETLE secara nasional.

Direktur Ditlantas Polda Sumsel Kombes Pol Cornelis Ferdinand Hotman Sirait mengatakan, untuk mematangkan pemberlakukan tilang elektronik kendaraan, pihaknya sudah memasang alat pemantau tilang tersebut di beberapa tempat yang ada di jalan-jalan Kota Palembang.

“Untuk di Sumsel akan dilaksanakan lauching tahap kedua pada tanggal 28 April mendatang. Untuk tempatnya nanti kita beritahu jika semuanya terpasang Hari ini, Korlantas me-lauching ETLE tahap pertama di sejumlah provinsi di Pulau Jawa.,” ujarnya kepada awak media, Selasa (23/3/2021).

Selain itu, Ditlantas Polda Sumsel masih terus melakukan pengawasan terhadap efektivitas dari sistem ETLE dalam pengiriman data pelanggaran pengendara ke ruang RTMC.

“Inikan sistem, jadi memang harus berjalan selama 24 jam. Makanya, di kamera ETLE terpasang harus benar-benar fix. Dalam artian, bagus koneksinya, aliran listriknya yang tidak pernah mati sampai letak dari kamera itu sendiri,” jelas Hotman.

Meski sejumlah titik kamera ETLE sudah terpasang, Hotman menegaskan bukan karena adanya sistem ETLE ini membuat pengendara takut. Tetapi dengan adanya ETLE ini, dapat menimbulkan kesadaran berlalu lintas dari diri sendiri.

Kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang sudah dipasang di salah satu ruas jalan di Kota Palembang dan mulai berlaku pada 28 April 2021 mendatang.

“ETLE hanya sistem untuk melakukan penindakan terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas selama 24 jam penuh. Dengan demikian, setidaknya bisa membentuk pola berkendara masyarakat Sumsel khususnya Palembang lebih tertib lagi,” jelasnya.

Hotman mengatakan, kamera ETLE atau tilang elektronik kendaraan, memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan kamera CCTV.

“Kamera ETLE ini bekerja selama 24 jam. Kapan, jam berapa, saat apapun, kamera ini secara otomatis akan merekam semua pelanggaran yang dilakukan pengendara. Mulai dari melihat plat nomor pengendara dan mendekteksi wajah dan mata pengendara. Bila kendaraan yang dibawanya bukan miliknya masih bisa terdeteksi dari wajah tadi,” jelasnya.

Dikatakannya, sistem ETLE yang merekam pelanggaran lalu lintas, kemudian mengeluarkan data yang dikirim ke comment center baik di Polda, yang juga akan terkoneksi kecapil untuk rekam data pengendara.

Kemudian anggota dari Penegakan Hukum serta Regitrasi Identifikasi Ditlantas Polda Sumsel, akan mencetak jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara.

“Kertas pelanggaran yang sudah dicetak lalu dikirimkan kepada pengendara yang melanggar melalui PT Pos Indonesia. Jika tidak ada respon selama tujuh hari, maka secara otomatis pemblokiran akan dilakukan sistem ETLE. Bagi pelanggar, akan dikenakan sanksi ketika melakukan pembayaran pajak kendaraan,” tegasnya.

Kamera ETLE sendiri akan dipasang di sejumlah lampu merah yang ada di Kota Palembang, yakni di di simpang lampu merah Charitas, simpang 5 DPRD Sumsel, simpang Sekip Ujung, simpang Angkatan 45, simpang Rajawali, simpang Patal, simpang Flyover Jakabaring, simpang Dr M Isa, simpang Polda Sumsel, dan simpang yang berada di kawasan Jakabaring Palembang.

Ada sekitar sepuluh jenis pelanggaran lalu lintas yang bisa ditindak lewat tilang elektronik nasional sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Jenis pelanggaran tersebut di antaranya; melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan, tidak mengenakan sabuk keselamatan, mengemudi sambil mengoperasikan smartphone, melanggar batas kecepatan, menggunakan pelat nomor palsu, berkendara melawan arus, menerobos lampu merah.

Kemudian, tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari tiga orang, tidak menyalakan lampu saat siang hari bagi sepeda motor. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.