Home / Headline / Tujuh Fakta Syuryadi Pakam yang Belum Banyak Diketahui Masyarakat
Calon Bupati Muaraenim 2018-2022, Syuryadi Pakam.

Mengenal Lebih Dekat Calon Bupati Muaraenim 2018-2022

Tujuh Fakta Syuryadi Pakam yang Belum Banyak Diketahui Masyarakat

Kontelasi politik menjelang pemilihan kepala daerah di Kabupaten Muaraenim 2018 mendatang, kian hangat. Sejumlah tokoh menyatakan keinginan maju mencalonkan diri dalam pesta demokrasi lima tahunan yang digelar serentak di Indonesia, dengan janji untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Muaraenim.

Salah satu tokoh masyarakat yang sudah menyatakan diri untuk bertarung di pilkada yang digelar lima tahunan tersebut adalah Syuryadi Pakam.

Ketua DPD PKS Muaraenim dipercaya oleh para kader untuk maju sebagai Calon Bupati Muaraenim 2018-2022.

Kader dan simpatisan PKS Muaraenim tak sembarangan mengusung Syuryadi Pakam menjadi pemimpin di Kabupaten Muaraenim.

Syuryadi Pakam memiliki banyak prestasi di dalam dan luar negeri untuk disumbangsihkan bagi tanah kelahirannya.

Berikut adalah fakta-fakta yang banyak belum diketahui oleh khalayak tentang sosok Syuryadi Pakam. Tujuh fakta yang akan membuat kita menjadi lebih dekat dengan sosok calon bupati Muaraenim ini.

 

  1. Keturunan ‘Uluan dan Iliran’

Dalam darah Syuryadi mengalir dua wilayah besar di Muaraenim. Ibunya orang ‘Uluan’ tepatnya di daerah Tungkal Muara Enim. Sedang bapaknya orang ‘Iliran’ tepatnya dari daerah Segayam Gelumbang.

Syuryadi dilahirkan oleh seorang ibu bernama Khodijah binti Hasanudin bin H Kodir seorang guru sekolah dasar. Khodijah merupakan warga Muaraenim asli, tepatnya di daerah Tungkal.

Bapaknya Hasanudin masyarakat akrab memanggilnya sebagai Hasan Sapi atau Hasan Pisang. Dipanggil Hasan Sapi karena Pak Hasan mempunyai banyak sapi dan juga seorang pejual pisang di pasar.

Khodijah ini adalah cucu dari H Kodir yang memiliki keluarga besar yang banyak tersebar di kota Muaraenim.

Sedang Ayah dari Syuryadi merupakan orang ‘Iliran’ ia penduduk Gelumbang asli, tepatnya dari daerah Segayam.

Ayahnya bernama Amirudin bin Abdullah seorang petani karet yang memiliki sembilan saudara. Kesembilan saudara ini kemudian menyebar di kecamatan lainnya di Gelumbang. Seperti di Muara Belida, Sungai Rotan, Kelekar, Arisan Musi, dan lainnya.

 

  1. Calon Bupati Termuda

Senin 24 Juli 1978 pekik tangis bayi mungil itu pecah ke dunia, oleh ibu dan ayahnya bayi yang mungil ini diberi nama Syuryadi. Syuryadi nama ini terdiri dari padanan kata: Syurya dan Adi. Syurya berarti matahari, sumber cahaya yang menerangi dunia, sumber energi yang menghangatkan kehidupan.

Sedang Adi berati kebaikan, anugerah yang baik. Jika digabunkan kata Syurya dan Adi itu menjadi doa yang indah dari kedua orang tuanya. Syuryadi adalah pembawa cahaya penerang kebaikan, menjadi sumber energi kebaikan yang seperti cahaya matahari ia menyebar kesekitarnya.

Harapannya Syuryadi tidak hanya menjadi sumber cahaya kebaikan bagi keluarga, tapi menjadi cahaya yang menyebar bagi masyarakat dan negara. Juli 2017 nanti Syuryadi berusia 39 tahun, dan kalau 2018 ia dilantik menjadi Bupati Muaraenim maka umurnya tepat 40 tahun.

Umur 40 tahun ke atas, usia yang dianggap banyak orang sebagai usia yang matang, usia yang pas untuk seorang pemimpin.

 

  1. Pandai di Bangku Sekolah

Setelah berusia enam tahun yakni pada tahun 1984, Syuryadi kecil menginjak bangku sekolah pertamanya. Ia bersekolah di Sekolah Dasar Negeri Segayam Gelumbang. pada masa sekolah inilah kecerdasan Syuryadi mulai terlihat.

Dari kelas satu hingga kelas enam SD Syuryadi selalu mendapat nilai terbaik dikelasnya, ia selalu rangking satu. Kepandaian ini terus berlanjut hingga Syuryadi melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Darussalam Lampung.

Baca Juga :  Kandidat yang Ingin Daftar di NasDem Muaraenim Tidak Boleh Diwakilkan

Di Darusaalam dari MTS hingga Aliyah ia rajin mendapat rangking tiga juara umum. Prestasi yang luar biasa mengingat jumlah santri Darussalam yang mencapai ribuan santri.

Dengan kepandaiannya itu tidak heran ketika kuliah Syuryadi mengambil dua kampus sekaligus. Diploma Akuntansi Universitas Brawijaya dan jurusan S1 Perbankan Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Syuryadi tidak hanya tumbuh menjadi mahasiswa dengan prestasi akademik yang bagus. Namun ia juga pandai menulis tulisannya yang menyoroti masalah globalisasi sempat membawanya pada lomba tingkat nasional di Jakarta. Ia mendapat juara harapan satu.

 

  1. Aktif Beroganisasi

Pesantren menjadi tempat berkembang bagi Syuryadi, termasuk dalam dunia organisasi. Ia aktif di Organisasi Pelajar Pesantren Darussalam (OPPD) ia menjadi ketua bidang dakwah.

Selain itu Syuryadi juga aktif di organisasi Pramuka, bahkan ia sempat mewakili pondok dalam lomba pramuka tingkat provinsi Lampung. Selama menjadi mahasiswa Brawijaya minat Syuryadi akan dunia organisasi terus berlanjut.

Ia menjadi Direktur Kadiksuh, program kakak adik asuh. Program unggulan di Lembaga Dakwah  Fakultas Ekonomi Brawijaya yang tergabung dalam Forum Studi Islam dan Lingkungan (FORSTILING). Kadiksuh Brawijaya adalah program unggulan se-Indonesia, ia menjadi rujukan kampus-kampus ternama lainnya seperti IPB, UNAIR, dan UNPAD.

Kadiksuh menjadi bentuk kepedulian mahasiswa kepada lingkungan dalam hal ini adalah anak-anak yang tidak mampu disekitar kampus.

Bentuk kepedulian itu selain dengan memberikan beasiswa, juga memberi berbagai pelatihan dan pendidikan kepada anak-anak tidak mampu disekitar Brawijaya. Sedang di UIN Malang ia aktif di Badan Eksekutive Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Islam.

Sedang selama kuliah S2  di Malaysia Syuryadi lebih banyak mengeluti dunia bisnis. Namun asyik bergelut di dunia bisnis tidak membuat Syuryadi lupa pada dunia pergerakan. Selama di Malaysia ia tetap aktif berorganisasi; ia didaulat sebagai Divisi Fund Rising DPW PKS Malaysia.

Didaulatnya Syuryadi dalam Divisi yang tugas utamanya adalah ‘mencari uang’ ini tidak lain karena Syuryadi dikenal sebagai sosok yang mempunyai jaringan bisnis yang luas di Malaysia.

Selain itu ia juga aktif di departeman kaderisasi DPW PKS Malaysia. Ruang-ruang kontribusi atau pelayanan kepada sesama Syuryadi salurkan di PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat) ia adalah koordinator PKPU cabang Malaysia.

 

  1. Menikah Ketika Kuliah

Mahasiswa rantau yang tak memilik sanak famili membuat Syuryadi merasa perlu ada yang mengurus dirinya. Perasaan merasa perlu ada yang mengurus ini tersambung pada kesadaran agar terhindar dari rusaknya pergaulan. Sebagai mahasiswa aktivis Islam, Syuryadi ingin terhindar dari maksiat.

Tahun 1999 Syuryadi memutuskan untuk menikah, cintanya tertambat pada adik kelasnya yang tidak lain adalah teman seperjuangannya di Kadiksuh Brawijaya.

Menikah ketika kuliah membuat Syuryadi harus membanting tulang untuk menafkahi istrinya. Ia kuliah, organisasi dan juga berwirausaha di sekitar kampus.

Membuka warung makan ayam bakar, martabak, pempek bahkan sampai pada menjadi pedagang asongan di sekitar kampus.

Syuryadi begitu melekat dalam ingatan teman-teman hingga para dosen sebagai sosok yang giat dan ulet. Teman dan para dosen itu mempunyai kenangan indah ketika dulu sering menikmati ayam bakar dan martabak di warung Syuryadi depan kampus.

Baca Juga :  Balon Cabup dan Cawabup Muaraenim Serbu DPC PDIP

 

  1. Putera Dusun Jaringan Internasional

Di Malaysia Syuryadi memilih Malaya University dengan jurusan Ekonomi Syariah, salah satu kampus terbaik di Asia Tengara dengan kajian Ekonomi dan Perbankan Syariahnya.

Tahun pertama di negeri serumpun ia masih disibukkan aktivitas perkuliahan. Tahun kedua dan ketiga ia mulai merambah dunia bisnis.

Syuryadi menjadi Direktur Yanmuu Enterprise, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang export dan import. Pada masa jayanya ia adalah salah importir Alquran terbesar di Malaysia dengan omset Milyaran Rupiah per bulannya.

Selain itu ia juga menjabat Direktur El Kahfi, perusahaan trading dan  dubbing film animasi Islami. Dengan kesibukan bisnis ini jaringan Syuryadi meluas tidak hanya di Malaysia, tapi juga ke negara lainnya seperti Cina, Singapura, dan Arab Saudi.

Kesibukan Syuryadi dalam dunia bisnis dan aktivis ini membuatnya membuat banyak sekali sahabat di Malaysia.

Di Malaysia teman-teman Syuryadi banyak datang dari dunia kampus, dunia bisnis dan dunia aktivis. Dari kalangan kampus atau cendikiawan Syuryadi bersahabat baik dengan DR Irfan Syauqi Beik seorang pakar ekonomi syariah yang merupakan anak kandung dari  Prof DR Didin Hafiduddin, mantan Ketua Baznas Indonesia.

Syuryadi juga merupakan sahabat baik dari Dato’ Reza Sha seorang CEO Bank Muamalat Malaysia dan Ketua Perbankan Islam Malaysia. Serta masih banyak lagi sahabat-sahabat hebat Syuryadi lainnya yang dulu menemani hari-hari Syuryadi di Malaysia.

 

  1. Penghafal Alquran

Sejak di Pondok Pesantren Syuryadi sudah jatuh cinta dengan Alquran, ia pernah juara tiga lomba MTQ tingkat kabupaten Lampung Tengah.

Sosok beliau yang merupakan seorang ustad pimpinan Pondok Pesantren sekaligus seorang penghafal Alquran juga sangat menarik untuk ditelisik lebih dalam. Syuryadi menjadi penanda yang menegaskan mulai banyaknya ustad yang terjun ke politik. Kita bisa saksian fenomenanya naiknya ustad sekaligus penghafal Alquran ke politik kemudian menjadi pemimpin daerah yang berhasil dengan prestasi yang membanggakan.

Di Sumatera Barat ada Irwan Prayitno, di Jawa Barat ada Ahmad Heryawan, di Nusa Tenggara Barat ada Muhammad Zainul Majdi.

Apakah ini pertanda akan menyusulnya Muaraenim dengan memberikan putera daerah terbaiknya. Seorang ustadz yang tidak hanya pandai soal agama, tapi juga seorang ustadz yang menjadi solusi atas segala masalah sosial, ekonomi dan politik di daerahnya.

Kini anak petani karet ini diberi amanah oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ia sebagai Ketua DPD PKS Muaraenim dipercaya oleh para kader untuk maju sebagai calon bupati Muaraenim 2018-2022.

Sebuah kontestasi politik yang bagi Syuryadi ini sebuah amanah para kader, bukan sebuah ambisi pribadi. Ia dipercaya olah kader, karena kader PKS tahu bahwa Syuryadi dengan segala kemampuannya mampu mengatasi segala persoalan yang ada di Muaraenim.

Bagi para kader PKS Muaraenim sudah saatnya tampil pemimpin muda yang berdedikasi tinggi. Syuryadi mantap menyambut amanah dengan penuh rasa cinta dan tanggungjawab. (ril/azw)

 

Baca Juga

Barcelona Pesta Gol di Kandang Deportivo

Barcelona, Sumselupdate.com – Barcelona menang telak 4-0 atas Deportivo La Coruna pada pertandingan pekan ke-16 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *