Home / Headline / Tugas Ekstra PERSI, Atasi Masalah Akreditasi Rumah Sakit
Kegiatan Persi Sumsel

Tugas Ekstra PERSI, Atasi Masalah Akreditasi Rumah Sakit

Palembang, Sumselupdate.com – Masih banyak Rumah Sakit milik pemerintah maupun swasta yang belum terakreditasi, menjadi tugas ekstra yang harus dilakukan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Permasalahan ini menjadi hal krusial yang diamanatkan UU Rumah Sakit yang harus menjadi perhatian serta perlunya dukungan dari Persi.

Ketua Persi Sumsel, dr Mohammad Syahril, Sp P, MPH, Rabu (26/7/2017) mengatakan, pihaknya selalu mendukung rumah sakit yang ada di Sumsel untuk melakukan akreditasi. Langkah yang diambil oleh Persi Sumsel mulai dengan mengadakan  kegiatan seminar, melakukan pembimbingan agar rumah sakit yang belum akreditasi melaksanakan pedoman yang telah ditentukan dalam menangani pasien.

“Kita selalu mendorong rumah sakit baik yang ada di Palembang dan kabupaten/kota lainnya untuk segera melakukan akreditasi, kita juga melakukan advokasi kepapa pemerintah daerah untuk mendukung ini,” ujar Syahril yang juga merupakan Direktur RSMH Palembang, di sela kegiatan Rapat Kerja Nasional Persi di hotel Novotel Palembang.

Dikatakan Syahril, hanya ada 25 rumah sakit¬† yang terakreditasi dari 63 jumlah keseluruhan rumah sakit yang ada di Sumsel. “25 rumah sakit itu tersebar di Palembang, Muara Enim, Lubuk Linggau dan Baruraja, daerah lainnya belum ada,” ungkapnya.

Menurut Syahril, rumah sakit yang belum terakreditasi harus didorong se-optimal mungkin sehingga sebelum tahun 2019 semuanya sudah terakreditasi. Jika tidak, rumah sakit tersebut terancam tidak bisa melayani pasien BPJS.

“Rumah sakit yang belum akreditasi ini terus kita dukung, mereka harus mencapai sebelum 2019 harus akreditasi dan semua sedang berproses mudah-mudahan bisa terwujud,” harapnya.

Diketahui, ada sekitar 16 penilaian yang harus dipenuhi rumah sakit agar terakreditasi. Seperti, kualitas pelayanan, manajemen rumah sakit, SDM (dokter, perawat, hingga cleaning service), standar pengobatan, maupun fasilitas pelayanan. Komunikasi yang baik antara dokter dan pasien juga menjadi salah satu indikator yang diperhatikan karena mampu membawa dampak luar biasa bagi pelayanan kesehatan. Termasuk di dalamnya patient safety atau keselamatan pasien. (adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.