Home / Headline / Tidak Terima Diberitakan, Oknum Dewan PALI Tuding Media Seperti Ini..

Tidak Terima Diberitakan, Oknum Dewan PALI Tuding Media Seperti Ini..

PALI, Sumselupdate.com – Seperti tidak terima karena diberitakan secara sepihak, Aka Cholik Darlin, anggota DPRD PALI menduga media yang telah memberitakannya tersebut telah dibayar. Komentar tersebut langsung menuai protes keras beberapa rekan media.

Salah satunya, Eko Jurianto, wartawan salah satu media online regional Sumsel. Dari keterangan Eko, dirinya mengaku bahwa obrolan antara ia dengan Aka Cholik melalui akun WA seolah menuding ia dan medianya telah dibayar.

“Salah satu komentarnya begini, ‘mungkin medianya dibayar,’ dengan tanda emoticon senyum lebar. Itu saya minta omongannya dicabut, ehh malah bapak dewan terhormat itu (Aka Cholik-red) mengancam akan melaporkan saya. Karena merasa tidak bersalah, silakan saja,” ucap Eko seraya menunjukkan bukti pesan WA yang diterimanya sekitar pukul 21.00 WIB.

Disebut tidak pernah mengonfirmasi dengan Aka Cholik, Eko mengaku bahwa dirinya sudah menunggu di Kantor DPRD PALI sampai pukul 13.00 WIB. “Kemudian, saya telpon di dua nomornya tidak ada yang aktif. Saya kirim pesan lewat WA juga kemarin juga tidak dibalas. Jadi siapa yang salah. Kalau memang tidak setuju dengan berita itu, silakan gunakan hak jawab,” kata Eko.

Sementara itu, Aka Cholik Darlin saat dihubungi, Rabu (14/3/2018) mengaku bahwa Eko tidak pernah menghubungi dirinya. “Terus kemarin saya juga di kantor sampai pukul 17.00. Tapi tidak ada yang menemui saya,” ucap Aka Cholik.

Dirinya membantah kalau memvonis media tersebut dibayar. “Itukan ada kata mungkin, artinya dari kalimat itu saya tidak pernah memvonis terhadap media itu. Itu hanya dugaan saya, indikasi saya bahwa media itu dibayar,” sambungnya.

Masalah laporan ke polisi, politisi asal Kecamatan Tanah Abang itu memang mengaku sempat akan membawa masalah itu ke ranah hukum. “Tapi, saya mendapat saran dari Ketua PWI PALI untuk tidak diteruskan. Biasa, namanya wartawan muda, jadi masih menggebu-gebu,” akunya.

Terkait menyebarluasnya kalender dan spanduk dirinya dengam gambar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dirinya mengaku bahwa itu dibuatkan oleh salah satu teman saya.

“Ada salah satu loyalis saya yang merupakan salah satu pengusaha di PALI. Karena saya adalah alumni Pondok Pesantren Rahdatululum Saka Tiga dan merupakan murid ustad Iqbal, jadi beliau menginginkan saya tendem bersama guru saya,” ujar Wakil Ketua Komisi 1 DPRD PALI itu.

“Masalah di PPP sudah dijelaskan Pak Hairul bahwa sudah di berhentikan dari PPP sejak bulan Juli 2016 dan di SIPOL PPP pun tidak terdaftar lagi, namun PPP ini berkonflik bukan karena kesalahan saya tidak loyal semua orang tau PPP dua Ketum,” imbuhnya.

“Masalah PAW DPRD saya taat hukum apabila sudah sesuai UU MD3 saya terima namun saat ini saya lagi proses Kasasi di MA kita tunggu keputusannya andai keputusan paw sudah prosedur saya Legowo, kita lihat di Ogan Ilir saudara saya yg sama dari PPP di PAW dia menang di PTUN. Namun, untuk proses saya belum sampai ke PTUN masih di kasasi mukin 2019 nanti baru selesai,” ungkapnya.

Sebelumnya, sempat heboh didunia politik Kabupaten PALI, kalender dan spanduk Aka Cholik Darlin, anggota DPRD PALI dari PPP berdampingan dengan anggota DPR RI PKS Muhammad Iqbal Romzi dan gambar PKS dengan nomor urut 8 tersebar di Kecamatan Tanah Abang. (adj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.